Jumat, 12 Juni 2026

Respati Pastikan Pengawasan Ketat Selama Uji Coba WFA Pegawai Pemkot Solo

Photo Author
KS1, KlikSoloNews.com
- Rabu, 14 Januari 2026 | 07:00 WIB
Respati Pastikan Pengawasan Ketat Selama Uji Coba WFA Pegawai Pemkot Solo. (KlikSoloNews/dok)
Respati Pastikan Pengawasan Ketat Selama Uji Coba WFA Pegawai Pemkot Solo. (KlikSoloNews/dok)

SOLO, KLIKSOLONEWS.COM – Wali Kota Surakarta Respati Ardi memastikan penerapan uji coba work from anywhere (WFA) bagi pegawai Pemerintah Kota (Pemkot) Solo akan diawasi secara ketat. Kebijakan ini tidak dilakukan sembarangan, melainkan melalui sistem monitoring terukur guna memastikan efektivitas kerja tetap terjaga dan pelayanan publik tidak terganggu.


Respati menjelaskan, masa uji coba WFA akan berlangsung selama satu bulan dan diterapkan setiap hari Rabu. Namun, kebijakan tersebut hanya berlaku bagi pegawai yang tidak bersentuhan langsung dengan pelayanan masyarakat.


“Monitoring kami lakukan secara ketat. Ada sembilan OPD yang menjadi lokasi uji coba dan semuanya tetap berjalan. Yang paling penting, OPD pelayanan publik tidak masuk dalam kebijakan WFA,” ujar Respati saat ditemui di Balai Kota Solo, Selasa (13/1/2026).


Menurutnya, uji coba ini dilakukan sebagai upaya mencari pola kerja yang lebih efisien, khususnya dalam menekan anggaran operasional pemerintah daerah. Setiap pelaksanaan akan dievaluasi secara menyeluruh, termasuk melihat kelebihan dan kekurangan kebijakan tersebut.


“Kita akan cek plus minusnya apa, kemudian kita ukur efisiensinya. Jangan sampai hanya jadi kebijakan simbolik, tetapi benar-benar berdampak pada efisiensi anggaran,” tegasnya.


Respati menargetkan adanya penghematan anggaran operasional hingga 29 persen dari penerapan WFA ini. Dana hasil efisiensi tersebut rencananya akan dialokasikan kembali untuk mendukung pembangunan Kota Surakarta.


“Harapannya efisiensi bisa sampai 29 persen. Kalau tercapai, anggaran itu bisa kita alihkan ke sektor pembangunan, tanpa mengganggu operasional pemerintahan,” jelasnya.


Ia menambahkan, salah satu fokus utama penggunaan anggaran hasil penghematan adalah pembangunan infrastruktur lingkungan, khususnya perbaikan drainase guna mengurangi potensi genangan air di sejumlah wilayah Kota Solo.


“Yang paling urgent nanti adalah pembangunan drainase lingkungan. Supaya tidak ada lagi genangan-genangan yang mengganggu aktivitas warga,” imbuh Respati.


Lebih lanjut, Respati menegaskan bahwa penerapan WFA tidak akan mengurangi kualitas pelayanan kepada masyarakat. Kebijakan ini murni hanya berlaku bagi pegawai administrasi, sementara pelayanan publik tetap berjalan normal seperti biasa.


Wali Kota Solo itu juga membuka peluang kebijakan WFA dilanjutkan bahkan diperluas, apabila hasil evaluasi menunjukkan dampak positif dan tidak menurunkan kinerja aparatur.


“Kalau terbukti efektif, efisien, dan pelayanan masyarakat tetap optimal, tentu kebijakan ini bisa kita lanjutkan. Bahkan, tidak menutup kemungkinan harinya akan ditambah,” pungkasnya. (ks2)

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: KS1

Tags

Terkini

X