SOLO, KLIKSOLONEWS.COM – Pemilik klub Persis Solo, Kaesang Pangarep, bertemu langsung dengan perwakilan suporter Laskar Sambernyawa di kawasan Stadion Manahan, Solo, Jumat (9/1/2029). Pertemuan tersebut menjadi ruang dialog terbuka antara manajemen klub dan pendukung Persis yang tengah resah dengan performa tim.
Dalam pertemuan itu, Kaesang didampingi sejumlah petinggi Persis Solo, di antaranya Komisaris Adityo Rimbo Galih Samudro serta Direktur Ginda Ferachtriawan. Para suporter menyampaikan sejumlah aspirasi terkait kondisi tim yang masih berada di papan bawah klasemen Super League 2025/2026.
Aspirasi tersebut dituangkan dalam bentuk pernyataan tertulis dan ditandatangani langsung oleh Kaesang sebagai simbol komitmen manajemen dalam menindaklanjuti tuntutan pendukung Persis Solo.
Beberapa poin yang disampaikan suporter antara lain permintaan agar pemilik klub lebih intens mendampingi tim hingga akhir musim, evaluasi dan perubahan komposisi pemain, peninjauan ulang kinerja manajemen, hingga permintaan perombakan struktur internal yang dinilai bermasalah. Suporter juga mendesak manajemen agar berupaya maksimal menjaga Persis Solo tetap bertahan di kompetisi tertinggi sepak bola nasional.
Menanggapi hal tersebut, Kaesang menyatakan manajemen Persis Solo siap melakukan pembenahan internal. Ia menilai aspirasi yang disampaikan suporter bersifat konstruktif dan realistis.
“Insyaallah kami akan meminta manajemen untuk segera berbenah. Semua masukan tadi akan kami laksanakan,” ujar Kaesang.
Menurutnya, tuntutan yang disampaikan tidak sulit untuk direalisasikan dan justru menunjukkan kepedulian besar suporter terhadap klub kebanggaannya. Ia juga mengapresiasi sikap suporter yang tetap memberikan dukungan di tengah situasi sulit.
Kaesang enggan berbicara terlalu jauh soal teknis perkembangan tim, dengan menyerahkan sepenuhnya kepada manajemen untuk menindaklanjuti secara profesional.
Meski demikian, Kaesang optimistis Persis Solo mampu bertahan di Super League. Ia menilai semangat dan loyalitas suporter menjadi modal penting bagi kebangkitan Laskar Sambernyawa.
“Suporternya saja tetap optimis, masa manajemennya tidak,” pungkasnya. (KS2)