Jumat, 12 Juni 2026

Puncak Libur Nataru, Mobilitas Masyarakat di Jawa Tengah Tembus 8,6 Juta Jiwa

Photo Author
KS1, KlikSoloNews.com
- Kamis, 1 Januari 2026 | 09:30 WIB
Puncak Libur Nataru, Mobilitas Masyarakat di Jawa Tengah Tembus 8,6 Juta Jiwa. (KlikSoloNews/dok)
Puncak Libur Nataru, Mobilitas Masyarakat di Jawa Tengah Tembus 8,6 Juta Jiwa. (KlikSoloNews/dok)

SEMARANG, KLIKSOLONEWS.COM – Arus mobilitas masyarakat di Jawa Tengah selama libur Natal dan Tahun Baru (Nataru) 2025–2026 mencapai angka yang sangat tinggi.

Hingga 31 Desember 2025 pukul 06.00 WIB, tercatat sebanyak 8,6 juta jiwa bergerak masuk dan melintas di wilayah Jawa Tengah. Jumlah tersebut diperkirakan masih akan bertambah hingga berakhirnya Operasi Lilin Candi pada 5 Januari 2026.

Data tersebut disampaikan langsung Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi saat mengikuti pemantauan malam pergantian Tahun Baru 2026 secara virtual bersama Menteri Koordinator Bidang Politik dan Keamanan (Menkopolkam) Djamari Chaniago dan Kapolri Jenderal Polisi Listyo Sigit Prabowo, dari Mapolda Jawa Tengah, Rabu malam (31/12/2025).

“Berdasarkan prediksi Kementerian Perhubungan, ada sekitar 8,7 juta masyarakat yang bergerak di wilayah Jawa Tengah. Hingga hari ini, dari tanggal 20 sampai 31 Desember, sudah tercatat 8,6 juta masyarakat tumplek blek ke Jawa Tengah,” ujar Ahmad Luthfi saat menyampaikan laporan situasi keamanan dan ketertiban masyarakat (sitkamtibmas).

Dalam kesempatan tersebut, Gubernur didampingi Kapolda Jawa Tengah Irjen Pol Ribut Hari Wibowo dan Pangdam IV/Diponegoro Mayjen TNI Achiruddin Darojat.

Ahmad Luthfi menjelaskan bahwa setiap momentum libur Natal dan Tahun Baru selalu diikuti lonjakan besar mobilitas masyarakat menuju Jawa Tengah. Posisi geografis yang strategis menjadikan provinsi ini sebagai simpul perlintasan nasional, baik dari arah barat ke timur maupun sebaliknya.

Pada malam pergantian tahun, tercatat terdapat 101 titik kegiatan perayaan di berbagai daerah di Jawa Tengah. Dari total 35 kabupaten/kota, sebanyak 17 daerah menggelar car free night (CFN) guna memfasilitasi aktivitas masyarakat secara aman dan tertib.

Untuk menjamin keamanan selama periode Nataru, sebanyak 10.112 personel gabungan TNI dan Polri, didukung Satpol PP serta instansi terkait, dikerahkan di pos terpadu, pos pelayanan, dan pos pengamanan. Pengamanan difokuskan pada gereja, objek wisata, pusat keramaian, serta jalur-jalur rawan kemacetan dan kecelakaan.

“Saya mengucapkan terima kasih kepada Kapolda, Pangdam, dan seluruh stakeholder yang telah memberikan pelayanan maksimal kepada masyarakat selama libur Nataru. Semoga Jawa Tengah tetap kondusif sehingga seluruh kegiatan berjalan lancar,” kata Ahmad Luthfi.

Antisipasi Cuaca Ekstrem dan Evaluasi Kejadian Menonjol

Terkait kejadian menonjol, Gubernur menyampaikan adanya kecelakaan lalu lintas tunggal bus Cahaya Trans di lingkar Tol Krapyak, Kota Semarang, pada Senin, 22 Desember 2025 sekitar pukul 00.30 WIB, yang mengakibatkan 16 orang meninggal dunia.

Sementara itu, untuk mengantisipasi potensi cuaca ekstrem, Pemerintah Provinsi Jawa Tengah telah mengaktifkan 1.400 desa tanggap bencana, menyusul peringatan BMKG terkait tingginya curah hujan selama periode Nataru.

Desa-desa tersebut telah dibekali pelatihan dan asesmen oleh Forkopimda kabupaten/kota, termasuk pembentukan klaster pengungsi, infrastruktur, SAR, serta klaster pendukung lainnya.

“Langkah ini kami lakukan berdasarkan pengalaman bencana di Cilacap dan Banjarnegara. Hingga saat ini tidak ada kejadian menonjol terkait banjir maupun longsor. Kemarin kami bersama Kapolda juga mengecek situasi yang sempat viral di Guci dan kondisinya sudah membaik,” jelasnya.

Sementara itu, Menkopolkam Djamari Chaniago memberikan apresiasi atas kesiapsiagaan serta sinergi Forkopimda Jawa Tengah dalam pengamanan Nataru. Ia menilai kolaborasi lintas sektor di Jawa Tengah berjalan solid dan harmonis.

Ia juga menegaskan bahwa malam pergantian tahun bukan puncak Operasi Lilin, karena rangkaian pengamanan masih berlangsung hingga 5 Januari 2026.

“Mudah-mudahan situasi dan kondisi di Jawa Tengah tetap aman dan terkendali sampai berakhirnya Operasi Lilin,” ujarnya.(KS01)

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: KS1

Tags

Terkini

X