Jumat, 12 Juni 2026

Heboh Semburan Air 8 Meter saat Pengeboran Sumur Irigasi di Sragen, Polisi Pasang Garis Pengaman

Photo Author
KS1, KlikSoloNews.com
- Kamis, 1 Januari 2026 | 09:00 WIB
Heboh Semburan Air 8 Meter saat Pengeboran Sumur Irigasi di Sragen, Polisi Pasang Garis Pengaman. (KlikSoloNews/dok)
Heboh Semburan Air 8 Meter saat Pengeboran Sumur Irigasi di Sragen, Polisi Pasang Garis Pengaman. (KlikSoloNews/dok)

SRAGEN, KLIKSOLONEWS.COM – Warga Dukuh Randukuning, Desa Krebet, Kecamatan Masaran, Kabupaten Sragen, digemparkan oleh munculnya semburan air setinggi sekitar 8 meter dari area persawahan, Selasa (30/12/2025) sore.

Kejadian unik ini tak biasa ini terjadi usai dilakukan pengeboran sumur irigasi di lahan milik warga setempat.

Kejadian tersebut berlangsung sekitar pukul 16.00 WIB di sawah milik Marsi (58). Semburan air muncul secara tiba-tiba dan cukup deras, tak lama setelah proses pengeboran sumur mencapai kedalaman puluhan meter.

Berdasarkan informasi di lapangan, aktivitas pengeboran sumur sibel untuk keperluan irigasi pertanian telah dimulai sejak Kamis (20/12/2025). Setelah berjalan sekitar 10 hari, pengeboran tercatat telah mencapai kedalaman sekitar 90 meter.

Pada Selasa siang sekitar pukul 13.00 WIB, para pekerja mulai memasang rangkaian pipa hisap dan mesin sibel.

Mesin kemudian dihidupkan menggunakan genset untuk menguras lumpur dari dalam lubang sumur sekitar pukul 15.45 WIB. Namun, beberapa menit kemudian, insiden tak terduga terjadi.

“Sekitar pukul 16.00 WIB, mesin tiba-tiba mati dan rangkaian pipa hisap terdorong keluar hingga jatuh ke permukaan sawah. Tak lama berselang, muncul semburan air setinggi kurang lebih 8 meter dari lubang sumur,” ungkap Kapolsek Masaran AKP Syamsudin, dalam laporannya yang dikutip Rabu (31/12/2025).

Mendapat laporan dari warga, jajaran Polsek Masaran segera mendatangi lokasi kejadian. Aparat kepolisian langsung melakukan langkah pengamanan dengan memasang garis polisi (police line) guna mencegah warga mendekat ke titik semburan yang dinilai berpotensi membahayakan.

Selain itu, pihak kepolisian juga berkoordinasi dengan BPBD Kabupaten Sragen serta relawan SAR untuk memantau kondisi teknis dan memastikan tidak ada risiko lanjutan bagi warga sekitar.

“Kami mengimbau masyarakat agar tidak beraktivitas di radius dekat sumur bor demi menghindari hal-hal yang tidak diinginkan,” tegas AKP Syamsudin.

Hingga Rabu (31/12/2025), semburan air dari sumur bor tersebut dilaporkan masih berlangsung. Petugas kepolisian tetap bersiaga di lokasi sambil menunggu pemeriksaan lebih lanjut dari instansi terkait.

Sejumlah barang di lokasi kejadian, seperti mesin bor, unit genset, dan rangkaian pipa, telah diamankan untuk keperluan pendataan dan penyelidikan lebih lanjut.(KS01)

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: KS1

Tags

Terkini

X