Jumat, 12 Juni 2026

Kemenag Siapkan 6.919 Masjid Ramah Pemudik untuk Libur Natal 2025 dan Tahun Baru 2026

Photo Author
KS1, KlikSoloNews.com
- Jumat, 26 Desember 2025 | 14:00 WIB
Kemenag Siapkan 6.919 Masjid Ramah Pemudik untuk Libur Natal 2025 dan Tahun Baru 2026. (KlikSoloNews/dok Kemenag)
Kemenag Siapkan 6.919 Masjid Ramah Pemudik untuk Libur Natal 2025 dan Tahun Baru 2026. (KlikSoloNews/dok Kemenag)

KARAWANG, KLIKSOLONEWS.COMKementerian Agama (Kemenag) menyiapkan 6.919 Masjid Ramah Pemudik yang tersebar di berbagai daerah di Indonesia untuk melayani masyarakat selama libur Natal 2025 dan Tahun Baru 2026 (Nataru).

Program ini menjadi bentuk nyata pelayanan keagamaan sekaligus kepedulian sosial di ruang publik.

Program Masjid Ramah Pemudik secara resmi diluncurkan oleh Direktorat Jenderal Bimbingan Masyarakat Islam (Bimas Islam) Kemenag di Masjid Jami’ An-Nur, Karawang, Jawa Barat, Selasa (23/12/2025).

Peluncuran tersebut dihadiri Direktur Jenderal Bimas Islam Abu Rokhmad, Direktur Urusan Agama Islam dan Bina Syariah Arsad Hidayat, Kasubdit Kemasjidan Nurul Badruttamam, Kepala Kanwil Kemenag Jawa Barat Dudu Rohman, jajaran Kemenag kabupaten/kota se-Jawa Barat, serta perwakilan TNI-Polri dan Kementerian Perhubungan.

Menteri Agama Nasaruddin Umar menegaskan bahwa Masjid Ramah Pemudik merupakan simbol toleransi dan pelayanan keagamaan yang inklusif. Menurutnya, masjid tidak hanya berfungsi sebagai tempat ibadah, tetapi juga sebagai ruang kemanusiaan yang melayani seluruh masyarakat tanpa memandang latar belakang.

“Ini adalah bukti bahwa toleransi di Indonesia tidak berhenti pada tataran wacana. Masjid adalah rumah bagi siapa pun,” ujar Menag dalam sambutan virtualnya.

Pada momentum Nataru 2025–2026, ribuan masjid tersebut disiapkan sebagai tempat istirahat aman dan nyaman bagi pemudik dan musafir. Menag juga mengimbau pengelola masjid agar memberikan pelayanan terbaik demi keselamatan pengguna jalan.

“Jika memungkinkan, sediakan kopi atau minuman hangat agar pengemudi tidak mengantuk. Kehadiran masjid sebagai tempat istirahat terbukti dapat menurunkan angka kecelakaan hingga 50 persen pada musim mudik sebelumnya,” jelasnya.

Masjid sebagai Pelayanan Sosial Keagamaan

Direktur Jenderal Bimas Islam Abu Rokhmad menyampaikan libur akhir tahun memiliki dimensi keagamaan dan sosial kemasyarakatan. Selain perayaan Natal bagi umat Kristiani, momen ini juga dimanfaatkan masyarakat untuk mudik dan berlibur.

“Sebagaimana Idulfitri, ada aspek syariat dan ada pula aspek sosial. Mudik dan liburan adalah fenomena kemasyarakatan yang dinikmati bersama,” ujarnya.

Ia menegaskan bahwa membuka masjid untuk melayani para musafir merupakan praktik keagamaan yang bernilai luhur.

“Pada hakikatnya kita semua adalah musafir. Ketika masjid dibuka dan dimanfaatkan layanannya, itu adalah praktik keagamaan yang sangat mulia,” tegas Abu Rokhmad.

Kemenag, lanjutnya, akan terus menyempurnakan program Masjid Ramah Pemudik, termasuk untuk menyambut arus mudik Lebaran Idulfitri mendatang.

Melayani Semua Warga Tanpa Pengecualian

Sementara itu, Direktur Urusan Agama Islam dan Bina Syariah Arsad Hidayat menjelaskan bahwa Kick-off Masjid Ramah Pemudik Nataru merupakan pelaksanaan perdana secara nasional, meskipun konsepnya telah diterapkan saat mudik Idulfitri.

“Masjid Ramah Pemudik menegaskan bahwa masjid melayani seluruh warga, termasuk masyarakat nonmuslim, sebagai wujud Islam yang rahmatan lil ‘alamin,” ujarnya.

Ia menyebutkan bahwa konsep ini sejalan dengan kebijakan masjid ramah, yang mencakup masjid ramah lansia, ramah anak, ramah perbedaan, ramah lingkungan, serta masjid sebagai ruang penyelesaian persoalan sosial.

“Kehadiran masjid sebagai tempat istirahat yang aman, bersih, dan nyaman menjadi salah satu faktor penting dalam menekan angka kecelakaan lalu lintas,” pungkasnya. (KS01)

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: KS1

Tags

Terkini

X