Sabtu, 13 Juni 2026

MR DIY Indonesia Tutup Program UMKM Tumbuh Bersama 2025, Dorong UMKM Naik Kelas dan Berkelanjutan

Photo Author
KS1, KlikSoloNews.com
- Senin, 22 Desember 2025 | 22:21 WIB
MR DIY Indonesia Tutup Program UMKM Tumbuh Bersama 2025, Dorong UMKM Naik Kelas dan Berkelanjutan. (KlikSoloNews/Adhirajasa)
MR DIY Indonesia Tutup Program UMKM Tumbuh Bersama 2025, Dorong UMKM Naik Kelas dan Berkelanjutan. (KlikSoloNews/Adhirajasa)

SOLO, KLIKSOLONEWS.COM – PT Daya Intiguna Yasa Tbk (MR.D.I.Y. Indonesia), peritel perlengkapan rumah tangga terbesar di Indonesia, bersama Yayasan BEDO (Business & Export Development Organization) dan Dinas Koperasi, Usaha Kecil, Menengah dan Perindustrian Kota Surakarta, resmi menutup rangkaian program UMKM Tumbuh Bersama 2025.

Program kolaboratif ini telah berlangsung sejak Agustus hingga Desember 2025 dan menjadi bagian dari komitmen MR DIY Indonesia dalam mendorong pemberdayaan UMKM serta pertumbuhan ekonomi lokal yang inklusif dan berkelanjutan.

Selama empat bulan pelaksanaan, para pelaku UMKM mendapatkan pendampingan dan pelatihan komprehensif, mulai dari perencanaan bisnis, penguatan kapasitas digital, pemanfaatan teknologi dan kecerdasan buatan (AI) untuk UMKM, hingga penerapan praktik usaha berkelanjutan berbasis prinsip Environment, Social, Governance (ESG).

Antusiasme tinggi peserta mencerminkan kebutuhan nyata UMKM terhadap pendampingan terstruktur guna meningkatkan daya saing di tengah dinamika ekonomi daerah yang terus berkembang.

-
MR DIY Indonesia Tutup Program UMKM Tumbuh Bersama 2025, Dorong UMKM Naik Kelas dan Berkelanjutan. (KlikSoloNews/Adhirajasa)

Direktur Utama MR DIY Indonesia, Edwin Cheah, menyampaikan apresiasinya kepada seluruh peserta program. Ia menegaskan bahwa kolaborasi lintas sektor menjadi kunci dalam memperkuat fondasi UMKM di berbagai daerah.

“Kami sangat mengapresiasi para pelaku UMKM di Surakarta, Sumatera Barat, dan Banyuwangi yang telah berpartisipasi aktif dalam program ini," kata Edwin.

Dia menambahkan, program yang dirancang MR DIY Indonesia bersama BEDO dan pemerintah daerah tidak hanya memberikan pengetahuan teknis, tetapi juga membuka peluang baru melalui praktik usaha berkelanjutan dan pemanfaatan teknologi modern.

"UMKM yang kuat akan memperkuat ekonomi daerah, dan MR DIY Indonesia berkomitmen untuk terus hadir menjadi bagian dari perjalanan tersebut,” sambung Edwin.

Menutup rangkaian kegiatan, Edwin Cheah menegaskan komitmen MR DIY Indonesia untuk terus mendukung UMKM agar tumbuh dan berkembang bersama masyarakat.

-
Kolaborasi MR DIY Indonesia dan Yayasan BEDO Dukung UMKM Lewat Program UMKM Tumbuh Bersama 2025. (KlikSoloNews/Adhirajasa)

“Bagi MR DIY Indonesia, mendukung UMKM dan pelaku usaha lokal adalah bagian dari komitmen kami untuk tumbuh bersama masyarakat. Kami berharap keterampilan yang diperoleh selama program ini dapat membantu UMKM meningkatkan daya saing dan memperluas peluang usaha ke depan,” tutupnya.

Ketua Yayasan BEDO, Jeff Iskandarsjah, menambahkan  program ini membuktikan besarnya dampak kolaborasi antara sektor swasta, pemerintah daerah, dan komunitas UMKM.

“Kami melihat langsung bagaimana pelaku UMKM di Surakarta menunjukkan semangat belajar yang luar biasa, terbuka terhadap inovasi, dan berkomitmen meningkatkan kualitas usahanya. Harapannya, pembelajaran ini terus diterapkan agar UMKM semakin tangguh, berkelanjutan, dan mampu menembus pasar yang lebih luas,” katanya.

Capaian Positif 

Program UMKM Tumbuh Bersama yang diinisiasi MR DIY Indonesia dan Yayasan BEDO di Padang, Bukittinggi, Payakumbuh, Banyuwangi, dan Solo mencatat sejumlah capaian positif.

Capaian positif tersebut di antaranya 316 UMKM, termasuk 20 peserta penyandang disabilitas, mengikuti pelatihan intensif (109 UMKM berasal dari Kota Surakarta) dari sektor Food & Beverage, Fashion, dan Craft.

-
MR DIY Indonesia Tutup Program UMKM Tumbuh Bersama 2025, Dorong UMKM Naik Kelas dan Berkelanjutan. (KlikSoloNews/Adhirajasa).

Selanjutnya 150 UMKM terpilih mengikuti pelatihan lanjutan pada rangkaian penutupan program. Sebanyak 90 UMKM berhasil menyusun draft awal Laporan Keberlanjutan (Sustainability Report).

Peningkatan kapasitas peserta dalam pemanfaatan teknologi, termasuk penerapan AI untuk efisiensi operasional. Penguatan kesadaran UMKM terhadap prinsip bisnis berkelanjutan berbasis ESG.

Terbangunnya jejaring usaha yang lebih solid antara UMKM, pemerintah daerah, dan pelaku industri.

Penutupan program dihadiri puluhan pelaku UMKM Kota Surakarta, serta jajaran pemangku kepentingan daerah. Hadir dalam kesempatan tersebut Eko Nugroho Isbandijarso, Staf Ahli Wali Kota Surakarta Bidang Keuangan dan Pembangunan, serta Agung Riyadi, Kepala Dinas Koperasi, UMKM dan Perindustrian Kota Surakarta.

Wali Kota Surakarta, Respati Ardi, dalam sambutan tertulisnya menyampaikan apresiasi atas terselenggaranya program tersebut.

-
Kolaborasi MR DIY Indonesia dan Yayasan BEDO Dukung UMKM Lewat Program UMKM Tumbuh Bersama 2025. (KlikSoloNews/Adhirajasa)

“Program ini tidak hanya meningkatkan kapasitas teknis pelaku UMKM, tetapi juga mendorong transformasi pola pikir usaha yang lebih profesional, adaptif, dan berkelanjutan. Kolaborasi antara dunia usaha, lembaga pengembangan, dan pemerintah daerah seperti ini perlu terus diperkuat demi pertumbuhan ekonomi Kota Surakarta yang inklusif dan berdaya saing,” ujarnya.

Rangkaian penutupan program yang berlangsung selama dua hari diisi dengan berbagai sesi interaktif, termasuk pemaparan capaian program, lokakarya penyusunan Sustainability Report yang dipandu Global Reporting Initiative (GRI) Indonesia, serta sesi berbagi pengalaman dari UMKM terpilih terkait transformasi bisnis yang mereka alami.(ks01)

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: KS1

Tags

Terkini

X