Jumat, 12 Juni 2026

Libur Nataru 2025–2026, Dishub Prediksi 8,7 Juta Orang Masuk dan Melintas Jawa Tengah

Photo Author
KS1, KlikSoloNews.com
- Kamis, 18 Desember 2025 | 15:05 WIB
Kepala Dishub Jateng Arief Djatmiko (Kliksolonews/dok. Pemprov Jateng)
Kepala Dishub Jateng Arief Djatmiko (Kliksolonews/dok. Pemprov Jateng)








SEMARANG, KLIKSOLONEWS.COM – Arus mobilitas masyarakat di Jawa Tengah diperkirakan meningkat signifikan selama libur Natal 2025 dan Tahun Baru 2026 (Nataru). Dinas Perhubungan (Dishub) Provinsi Jawa Tengah memprediksi jutaan orang akan keluar-masuk wilayah Jateng pada periode libur akhir tahun tersebut.


Kepala Dishub Jateng Arief Djatmiko mengatakan, berdasarkan survei Badan Kebijakan Transportasi Kementerian Perhubungan, potensi pergerakan masyarakat yang masuk ke Jawa Tengah bisa mencapai sekitar 20,23 juta orang. Namun, pihaknya tidak hanya berpatokan pada survei tersebut.


“Angkanya memang besar, berkisar 20 juta orang masuk Jawa Tengah. Namun kami juga melakukan survei langsung terhadap perkembangan lalu lintas setiap tahun, baik di jalan tol maupun non-tol,” ujar Arief di Semarang, Selasa (16/12/2025).


Berdasarkan pemantauan tersebut, Dishub Jateng memperkirakan sekitar 8,7 juta orang akan masuk dan melintas di Jawa Tengah melalui berbagai moda transportasi, baik darat, laut, udara, maupun kereta api. Jumlah itu meningkat sekitar 2,71 persen dibandingkan periode Nataru tahun sebelumnya.


Untuk mengantisipasi lonjakan mobilitas, Pemerintah Provinsi Jawa Tengah telah membentuk Tim Nataru melalui Surat Keputusan Gubernur Jawa Tengah Nomor 100.3.3.1/86 Tahun 2025. Posko Nataru akan beroperasi mulai 22 Desember 2025 hingga 5 Januari 2026.


“Posko terpadu kami pusatkan di Wahana Graha Dishub Jateng. Selain itu ada posko wilayah di balai-balai, posko kabupaten dan kota, serta posko di terminal,” jelas Arief.


Dishub Jateng juga menyiapkan puluhan posko pelayanan di terminal tipe A dan tipe B bekerja sama dengan Balai Pengelola Transportasi Darat (BPTD), serta posko sektoral yang mencakup infrastruktur, kebencanaan, kesehatan, hingga kawasan wisata.


Dari sisi sarana transportasi, Dishub menyiapkan lebih dari 27 ribu unit bus dengan potensi melayani lebih dari 800 ribu penumpang. Untuk moda kereta api, tersedia 250 rangkaian dengan kapasitas sekitar 630 ribu penumpang. Selain itu, disiagakan tujuh kapal laut yang telah menjalani ramp check, serta 87 penerbangan termasuk extra flight dengan kapasitas sekitar 12 ribu penumpang.


Meski demikian, Arief mengungkapkan lebih dari 50 persen pergerakan masyarakat masih didominasi kendaraan pribadi, sehingga menjadi perhatian utama dalam pengaturan lalu lintas selama Nataru.


Terkait kondisi infrastruktur jalan, Dishub mencatat jalan nasional di Jawa Tengah dalam kondisi mantap lebih dari 90 persen, jalan provinsi sekitar 91 persen, sementara jalan kabupaten dan kota masih berada di angka 77 persen. Kondisi tersebut akan diantisipasi melalui rekayasa lalu lintas.


Dishub Jateng juga mewaspadai potensi bencana hidrometeorologi seiring prediksi curah hujan tinggi. Sejumlah wilayah rawan genangan dan longsor, seperti kawasan Pantura, Brebes, Purworejo, Kebumen, hingga Banjarnegara, telah dipetakan bersama BPBD.


Puncak arus Nataru diperkirakan terjadi pada 24–25 Desember 2025 serta 31 Desember 2025 hingga 1 Januari 2026. Sementara arus balik diprediksi memuncak pada 4 Januari 2026.


“Kami mengimbau masyarakat untuk tertib berlalu lintas, menyiapkan kondisi kendaraan dengan baik, serta beristirahat jika menempuh perjalanan jauh,” pungkas Arief. (KS2)













Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: KS1

Tags

Terkini

X