Sabtu, 13 Juni 2026

13.111 Honorer Jateng Resmi Jadi PPPK Paruh Waktu, Stadion Jatidiri Dipenuhi Suasana Haru

Photo Author
KS1, KlikSoloNews.com
- Jumat, 12 Desember 2025 | 14:00 WIB
13.111 Honorer Jateng Resmi Jadi PPPK Paruh Waktu, Stadion Jatidiri Dipenuhi Suasana Haru (Kliksolonews/dok. Pemprov Jateng)
13.111 Honorer Jateng Resmi Jadi PPPK Paruh Waktu, Stadion Jatidiri Dipenuhi Suasana Haru (Kliksolonews/dok. Pemprov Jateng)

SEMARANG, KLIKSOLONEWS.COM – Suasana haru dan bahagia menyelimuti ribuan pegawai honorer saat Pemerintah Provinsi Jawa Tengah resmi menetapkan mereka sebagai Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK) Paruh Waktu. Momentum bersejarah itu berlangsung di Stadion Jatidiri, Semarang, ditandai dengan penandatanganan oleh Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi bersama perwakilan honorer.


Sebanyak 13.111 pegawai honorer akhirnya mendapatkan kepastian status setelah bertahun-tahun mengabdi dalam keterbatasan. Hadir dalam acara tersebut Wakil Gubernur Taj Yasin, Sekda Jateng Sumarno, serta Kepala BKN Kantor Regional I Yogyakarta.


Di antara ribuan honorer, Feni Ekomawati, guru asal Kecamatan Mijen, Demak, menjadi salah satu yang tak mampu menahan tangis bahagia. Ia memulai pengabdian sebagai guru sejak 2017 di sebuah SMK swasta di Pati, bekerja tanpa banyak memperhitungkan besaran honor.


Pada 2021 Feni mengikuti seleksi PPPK dan dinyatakan lolos, namun formasi tidak tersedia sehingga ia harus menunggu hingga tahun berikutnya. Berbagai perjuangan ia tempuh, mulai audiensi hingga aksi damai pada 2023, 2024, hingga aksi lanjutan di Jakarta pada Agustus 2025.


“Kami punya keluarga yang harus dinafkahi, tapi tetap memilih mengabdi demi murid-murid kami,” ungkap Feni.


Harapan panjang itu akhirnya terjawab. Feni kini resmi menjadi PPPK Paruh Waktu dan ditempatkan di SMA Negeri 1 Karanganyar, Demak. Ia mengaku sangat bersyukur meski status yang diberikan masih paruh waktu.


Kisah serupa dirasakan Supriadi, guru PPKn yang telah 15 tahun mengabdi di SMK Al-Ma’arif Demak. Tiga kali ia gagal dalam seleksi CPNS, sementara seleksi PPPK 2021 juga belum membuahkan hasil karena formasi tidak tersedia.


“Gaji guru swasta sangat terbatas, jadi saya harus nyari sambilan. Tapi saya tetap bertahan karena mengajar adalah panggilan,” tuturnya.


Kini Supriadi resmi diangkat menjadi PPPK Paruh Waktu dan ditempatkan di SMK Negeri 1 Demak. Ia berharap ke depannya status tersebut dapat meningkat menjadi penuh waktu, bahkan PNS.


Ribuan guru menyampaikan terima kasih kepada Pemprov Jateng, terutama Gubernur Ahmad Luthfi dan Wakil Gubernur Taj Yasin, yang dianggap memberikan perhatian nyata terhadap kesejahteraan honorer.


Dengan status baru ini, para tenaga pendidik semakin bersemangat untuk mendidik generasi penerus bangsa. Mereka meyakini pengangkatan ini menjadi langkah penting menuju Indonesia Emas 2045.


Sementara itu, Gubernur Ahmad Luthfi menegaskan bahwa Jateng menjadi provinsi dengan jumlah pengangkatan PPPK Paruh Waktu terbanyak di Indonesia.


“Penerimaan ini tidak gampang. Mereka melalui tahap seleksi. Hari ini SK turun, saya ucapkan selamat,” tegasnya.


Ia mengingatkan bahwa SK bukan sekadar dokumen, melainkan amanah yang harus dijaga.

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: KS1

Tags

Terkini

X