KARANGANYAR, KLIKSOLONEWS.COM – Panitia Siksorogo Lawu Ultra (SLU) 2025 memberikan penjelasan resmi setelah dua peserta Fun Run 15 km, yakni Pujo Buntoro (55) dan Sigit Joko Purnomo (45), meninggal dunia pada Minggu (7/12/2025). Meski insiden dianggap berada di luar kendali panitia, evaluasi menyeluruh akan dilakukan, terutama terkait kecepatan penanganan medis dan cakupan asuransi.
Dewan Pembina Siksorogo, Tony Hatmoko, menyebut seluruh prosedur keamanan sudah diterapkan secara ketat. Peserta diwajibkan menyerahkan surat sehat dan menandatangani waiver sebagai bentuk kesadaran atas risiko tinggi dalam lomba lari gunung.
“Sebetulnya SOP kami sudah ketat. Tetapi kami kembalikan juga kepada peserta karena ini bukan lari road ya. Ini kan lari gunung. Makanya di treknya juga beda, elevasinya juga membutuhkan kekuatan atau fisik yang lebih daripada lari jalan raya,” kata Tony.
Ia menegaskan bahwa SLU akan melakukan pembenahan untuk pelaksanaan tahun 2026, khususnya peningkatan armada medis agar dapat merespons dengan lebih cepat.
“Evaluasi tetap kami lakukan. Yang pertama adalah kami tahun 2026 terkait event Siksorogo itu akan menyiapkan armada lebih cepat untuk penanganan medis,” terang Tony.
Cakupan asuransi juga menjadi sorotan. Tony menjelaskan bahwa asuransi saat ini hanya menanggung kecelakaan akibat faktor eksternal, sementara serangan jantung belum tercakup. Penambahan cakupan dinilai memiliki nominal yang tinggi dan berpotensi membebani peserta, namun panitia akan mempertimbangkannya.
“Asuransi itu cover-nya di kecelakaan peserta saat tris E… Kami juga tidak ingin membebani peserta dengan menambahkan nominal di pendaftaran. Tetapi itu nanti akan kita pikirkan lebih lanjut,” jelasnya.
Di sisi lain, Safety Officer Siksorogo, Nur Riski, memaparkan bahwa sistem keamanan SLU sudah diperkuat sejak 2021 dengan fokus pada pengurangan risiko. Tahun ini, total sekitar 400 personel dikerahkan, terdiri dari marshal, petugas keselamatan, dan tenaga medis.
“Dan kita benar-benar fokus sangat teliti berhati-hati pada kategori Ultra (50, 80, 120 km),” ujar Riski.
Sementara itu, Event Director SLU, Rachmat Septiyanto, menyampaikan bahwa rute Fun Run 15 km diubah menjelang pelaksanaan karena rute lama memiliki potensi longsor. Rute baru mengharuskan peserta melewati puncak Mitis yang memiliki elevasi lebih tinggi.
“Mau enggak mau jalan satu-satunya hanya lewat rute yang baru ini melewati puncak Mitis. Elevasinya jelas lebih tinggi,” jelas Rachmat.
Panitia menegaskan bahwa perubahan rute sudah disosialisasikan jauh hari sebelum lomba, termasuk dalam technical meeting. Evaluasi jalur akan kembali dilakukan untuk event tahun depan.
Panitia SLU juga telah memberikan santunan kepada keluarga korban dan berkoordinasi dengan Polres Karanganyar serta Kementerian Pariwisata terkait penanganan insiden tersebut. (KS2)