Jumat, 12 Juni 2026

Gubernur Luthfi Kaget Lihat Harga di Pasar Karangayu, Ternyata Ini Penyebabnya!

Photo Author
KS1, KlikSoloNews.com
- Selasa, 9 Desember 2025 | 09:00 WIB
Gubernur Luthfi Kaget Lihat Harga di Pasar Karangayu (Kliksolonews/dok. Pemprov Jateng)
Gubernur Luthfi Kaget Lihat Harga di Pasar Karangayu (Kliksolonews/dok. Pemprov Jateng)

SEMARANG, KLIKSOLONEWS.COM – Gubernur Jawa Tengah, Ahmad Luthfi, melakukan inspeksi harga kebutuhan pokok di Pasar Karangayu, Kota Semarang, pada Senin (8/12/2025). Kunjungan dilakukan untuk memastikan ketersediaan dan stabilitas harga menjelang perayaan Natal 2025 dan Tahun Baru 2026.


Dalam tinjauannya, Luthfi menyampaikan bahwa stok pangan di Jawa Tengah tercukupi hingga delapan bulan ke depan. Meski demikian, ia mengakui adanya kenaikan harga pada sejumlah komoditas penting, seperti cabai rawit merah, bawang merah, dan daging ayam.


“Memang ada lonjakan harga, tapi belum terlalu signifikan, di antaranya cabai dan bawang merah. Kenaikan harga ini akan kita intervensi melalui JTAB. BUMD kita akan melakukan penetrasi agar menjelang Natal dan Tahun Baru kondisi harga tetap terjangkau,” ujarnya.


Dari pantauan lapangan, harga cabai rawit merah tercatat berada di kisaran Rp58.000–Rp80.000 per kilogram, sedangkan bawang merah naik menjadi Rp55.000 per kilogram dari sebelumnya Rp47.000. Harga daging ayam juga meningkat menjadi Rp40.000 per kilogram dari harga sebelumnya Rp35.000.


Meski terjadi kenaikan, Gubernur Luthfi meminta masyarakat tetap tenang dan tidak melakukan pembelian berlebih. Berdasarkan catatan Bulog, cadangan pangan dinilai aman dan terkendali. “Yang paling pokok, kebutuhan bahan pokok khususnya beras, tercukupi selama delapan bulan ke depan,” tegasnya.


Kepala Dinas Ketahanan Pangan Jawa Tengah, Dyah Lukisari, menambahkan bahwa pihaknya telah menugaskan BUMD Jateng Agro Berdikari (JTAB) untuk melakukan stabilisasi harga mulai pekan ini. Menurutnya, intervensi difokuskan pada komoditas yang paling terdampak kenaikan harga, seperti cabai rawit merah, minyak goreng, dan bawang merah.


“Intervensi Pemerintah Provinsi Jawa Tengah untuk cabai rawit akan dilakukan dengan suplai sebanyak 9 ton untuk wilayah pantauan inflasi, dengan harga jual Rp70.000 per kilogram,” ujarnya.


Selain itu, Pemprov Jateng juga menyalurkan komoditas bersubsidi untuk wilayah nonsentra produksi dan daerah dengan akses pangan terbatas. Penyaluran berlangsung pada 2–15 Desember di 39 kecamatan pada 19 kabupaten. Subsidi tersebut meliputi beras 195 ton (Rp11.000/kg), gula 39 ton (Rp15.000/kg), minyak goreng 39.000 liter (Rp14.000/liter), telur 19,5 ton (Rp25.000/kg), serta bawang merah 9,75 ton (Rp30.000/kg).


Langkah intervensi dan distribusi subsidi ini diharapkan mampu menjaga stabilitas harga pangan dan mengendalikan inflasi menjelang libur akhir tahun. (KS1)

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: KS1

Tags

Terkini

X