Sabtu, 13 Juni 2026

Wali Kota Respati Ardi Hadiri Pengetan Surud Dalem K.G.P.A.A. Mangkoenagoro I ke-237

Photo Author
KS1, KlikSoloNews.com
- Minggu, 7 Desember 2025 | 17:00 WIB
Wali Kota Respati Ardi Hadiri Pengetan Surud Dalem K.G.P.A.A. Mangkoenagoro I ke-237. (KlikSoloNews/dok Pemkot Surakarta)
Wali Kota Respati Ardi Hadiri Pengetan Surud Dalem K.G.P.A.A. Mangkoenagoro I ke-237. (KlikSoloNews/dok Pemkot Surakarta)

SOLO, KLIKSOLONEWS.COM — Tradisi dan budaya Jawa kembali menjadi sorotan masyarakat Kota Solo pada Sabtu 6 Desember 2025.

Di Pendhapi Ageng Pura Mangkunegaran, Praja Mangkunegaran menggelar Pengetan Surud Dalem K.G.P.A.A. Mangkoenagoro I dalam rangka memperingati 237 tahun wafatnya Sang Adipati, pendiri Kadipaten Praja Mangkunegaran.

Acara ini digelar atas inisiatif Dalem Sampeyan Dalem Ingkang Jumeneng K.G.P.A.A. Mangkoenagoro X atau akrab disapa Gusti Bhre, yang mempersilakan pejabat, tokoh adat, dan masyarakat untuk hadir menghormati jejak leluhur.

Wali Kota Respati Ahmad Ardianto hadir secara khusus untuk memenuhi undangan resmi. Kehadirannya menjadi simbol harmonisasi antara Pemerintah Kota Surakarta dan Lembaga Adat Mangkunegaran, serta menegaskan komitmen menjaga tradisi, budaya, dan keharmonisan sosial di tengah masyarakat.

Sejak pukul 19.00 WIB, para tamu mulai berdatangan mengenakan agaman adat Jawa, seperti Beskap Jawi Jangkep atau batik untuk pria, serta Kebaya Jangkep gelung konde atau batik untuk wanita. Para hadirin juga diminta menggunakan motif parang/lereng yang sesuai dengan adat Praja Mangkunegaran.

Pendhapi Ageng tampak khidmat dengan lampu gantung kuno, tabuhan gamelan lirih, serta aroma kemenyan dan bunga-bungaan, menciptakan suasana spiritual yang penuh wibawa.

Wali Kota Respati Ardi menyampaikan penghormatan dan terima kasih atas undangan yang diberikan. Ia menekankan Surakarta bukan hanya kota modern, tetapi juga kota yang memelihara akar budaya Jawa dengan penuh tanggung jawab.

"Peringatan Surud Dalem bukan hanya penghormatan kepada K.G.P.A.A. Mangkoenagoro I, tetapi juga pengingat bagi generasi kini tentang budi luhur, kepemimpinan yang adil, dan perlindungan terhadap masyarakat," kata Wali Kota

Acara dilanjutkan dengan doa dan tahlil yang dipimpin para pinisepuh Praja Mangkunegaran. Tokoh masyarakat, budayawan, dan kerabat dalem turut hadir, memperkuat suasana kebersamaan dan harapan agar nilai-nilai adiluhung Jawa tetap lestari.

Wali Kota Respati tampak berbaur dengan pimpinan adat dan abdi dalem, menunjukkan komitmen pemerintah dalam menjaga hubungan harmonis antara pemerintahan modern dan institusi budaya tradisional.

Acara yang berlangsung hingga paripurna ditutup dengan tertib dan penuh tata krama. Para tamu meninggalkan Pendhapi Ageng dengan kesan mendalam, bahwa Surakarta tetap menjadi kota budaya yang menjunjung martabat leluhur, sambil menatap masa depan dengan semangat.

Pengetan Surud Dalem ke-237 bukan sekadar ritual tahunan, melainkan juga ruang spiritual bagi masyarakat untuk meneguhkan identitas budaya, dengan dukungan pemerintah, budayawan, dan masyarakat luas.(ks01)

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: KS1

Tags

Terkini

X