JAKARTA, KLIKSOLONEWS.COM - Menteri Keuangan (Menkeu) Purbaya Yudhi Sadewa menyampaikan temuan penting terkait penyaluran subsidi di Indonesia.
Menurutnya, masih terdapat kelompok masyarakat super kaya yang justru ikut menikmati subsidi, meski program tersebut sejatinya ditujukan bagi warga yang membutuhkan.
Pernyataan tersebut disampaikan Purbaya dalam materi Rapat Kerja bersama Kepala Badan Pengelola Investasi Danantara Rosan Roeslani dan Komisi XI DPR RI, yang pada akhirnya diputuskan berlangsung secara tertutup.
Purbaya mengungkapkan bahwa sebagian subsidi masih diterima kelompok ekonomi yang sebenarnya tidak berhak, termasuk mereka yang berada di desil 8, desil 9, hingga desil 10—kategori yang mewakili kelompok masyarakat berpendapatan paling tinggi.
“Masih ada orang-orang super kaya yang menikmati subsidi,” ujarnya.
Fenomena tersebut dianggap menjadi sinyal kuat bahwa sistem subsidi yang berjalan saat ini perlu dievaluasi secara menyeluruh.
Dalam rapat tersebut, Kementerian Keuangan, Danantara, dan Komisi XI DPR RI sepakat bahwa strategi subsidi nasional harus didesain ulang agar benar-benar tepat sasaran.
Proses perbaikan ini tidak bersifat instan. Pemerintah menetapkan jangka waktu dua tahun untuk menyempurnakan mekanisme dan implementasi kebijakan subsidi yang baru.
Subsidi Orang Kaya Akan Dipangkas Signifikan
Sebagai gambaran arah kebijakan baru, Purbaya menjelaskan bahwa subsidi untuk kelompok super kaya—khususnya desil 8–10—akan dipangkas secara signifikan. Fokus subsidi akan diarahkan penuh kepada masyarakat rentan dan yang benar-benar membutuhkan.
“Kelompok super kaya tidak boleh lagi menikmati subsidi yang seharusnya diberikan kepada rakyat kecil,” tegas Purbaya.
Desain ulang ini diharapkan mampu menghilangkan kebocoran, memperbaiki akurasi data penerima, serta meningkatkan efektivitas anggaran negara.
Pemerintah menegaskan bahwa subsidi harus memberi manfaat maksimal bagi masyarakat berpenghasilan rendah, bukan justru menguntungkan kelompok mampu.(ks01)