Jumat, 12 Juni 2026

Bencana Aceh: Warga Perantauan di Solo Gratiskan Makan untuk Mahasiswa dan Pelajar Asal Aceh

Photo Author
KS1, KlikSoloNews.com
- Kamis, 4 Desember 2025 | 18:00 WIB
Bencana Aceh: Warga Perantauan di Solo Gratiskan Makan untuk Mahasiswa dan Pelajar Asal Aceh. (KlikSoloNews/dok)
Bencana Aceh: Warga Perantauan di Solo Gratiskan Makan untuk Mahasiswa dan Pelajar Asal Aceh. (KlikSoloNews/dok)

SOLO, KLIKSOLONEWS.COM — Bencana alam yang melanda Aceh menggerakkan kepedulian banyak pihak, termasuk warga Aceh perantauan di Kota Solo.

Sebagai bentuk solidaritas, sebuah warung makan bernama Nyak Cut Sumatra menyediakan makan gratis bagi mahasiswa dan pelajar asal Aceh yang menempuh pendidikan di wilayah Soloraya.

Warung yang berlokasi di Jalan Popda No. 25A, Kelurahan Nusukan, Banjarsari, Solo ini membuka layanan makan gratis mulai Kamis (4/12) hingga situasi darurat di Aceh dinyatakan membaik. Mahasiswa atau pelajar cukup menunjukkan KTP atau kartu pelajar asal Aceh untuk mendapatkan layanan tersebut.

Pemilik warung, Deriansah, mengatakan bahwa program makan gratis ini digelar karena banyak pelajar Aceh yang orang tuanya terdampak langsung bencana di kampung halaman.

“Kami menggratiskan makan bagi pelajar atau mahasiswa yang merantau di Solo. Karena keluarga mereka sedang kena musibah dan belum bisa kirim uang untuk makan. Silakan datang ke sini, bisa makan gratis,” ujar Deriansah di warungnya, Kamis (4/12/2025).

Deri menjelaskan istrinya merupakan warga Aceh, sehingga ia merasa terpanggil membantu sesama perantau yang tengah menghadapi masa sulit.

“Istri dan bapak saya orang Aceh. Kita saling membantu saja. Semoga keluarga mereka di Aceh sana baik-baik saja,” ucapnya.

Sempat Kehilangan Kontak dengan Keluarga

Deriansah juga mengaku sempat panik karena kehilangan kontak dengan keluarga istrinya di Kota Kualasimpang, Aceh, saat banjir besar melanda pada 26 November 2025.

“Sempat lost kontak tiga hari saat bencana datang, sehingga panik. Alhamdulillah semua selamat dan bisa video call, meskipun rumah hampir rata dengan tanah. Bencana datang saat sedang tidur,” tuturnya.

Deri berharap bantuan kecil ini dapat meringankan beban para pelajar Aceh di rantau sekaligus memberikan ketenangan bagi mereka yang masih menunggu kabar keluarga.

“Semoga musibah segera berlalu dan Aceh bisa kembali membaik,” pungkasnya. (KS01)

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: KS1

Tags

Terkini

X