SOLO, KLIKSOLONEWS.COM – Penyidikan dugaan bunuh diri perempuan yang melompat dari Lantai 4A Neo Solo Grand Mall terus mengerucut. Polresta Surakarta mengungkap temuan baru: selain mencurahkan isi hati kepada salah satu rekan kerjanya dua hari sebelum kejadian, korban juga sempat menuliskan keluhan pribadi di grup kantor.
Wakasatreskrim Polresta Surakarta, AKP Sudarmianto, menjelaskan bahwa curhatan tersebut menandakan persoalan korban sebenarnya telah diketahui lebih dari satu orang.
“Selain curhat dengan teman, korban juga pernah curhat di grup kantor bahwa dia punya masalah. Jadi bukan hanya satu orang yang mengetahui, satu grup itu tahu korban sedang menghadapi persoalan berat,” ujar Sudarmianto, Rabu (3/12/2025).
Meski beberapa rekan kerja membaca pesan tersebut, mereka mengaku tidak menduga bahwa keluhan itu akan berujung fatal.
“Teman-temannya tidak sampai berpikir kalau akan berakhir seperti ini. Mereka menganggap curhat itu hanya bentuk keluh kesah biasa,” lanjutnya.
Hingga berita ini diturunkan, penyidik belum dapat meminta keterangan dari para rekan kerja korban, termasuk individu yang menerima curhatan secara pribadi. Mereka disebut masih belum bisa hadir karena pekerjaan.
“Sampai sekarang belum ada yang bisa kita mintai keterangan karena masih sibuk. Mereka akan memberi tahu kapan bisa dimintai keterangan. Tetap akan kita dalami,” tegas Sudarmianto.
Polisi juga menjadwalkan pemeriksaan terhadap keluarga korban. Namun proses tersebut ditunda karena keluarga masih dalam suasana berduka.
“Untuk memanggil keluarga pasti akan kita lakukan. Mungkin keluarga tahu apa penyebab pasti masalah yang dihadapi almarhumah. Tapi karena masih dalam suasana duka, belum kita lakukan,” ujarnya.
Keterangan keluarga dinilai penting karena diyakini dapat memberi gambaran lebih rinci mengenai persoalan pribadi yang mungkin mendorong keputusan tragis tersebut.
Sementara itu, penyidik masih terus menganalisis ponsel korban untuk menelusuri riwayat percakapan, pesan terakhir, hingga kemungkinan adanya tekanan tertentu.
“Semua kemungkinan masih kita buka. Kita ingin melihat gambaran utuh sebelum menyimpulkan,” pungkas Sudarmianto. (jn02)