SEMARANG, KLIKSOLONEWS.COM – Pemilihan Ketua Asprov PSSI Jawa Tengah semakin memanas setelah munculnya video safari politik yang memperlihatkan Khairul Anwar, anggota Exco PSSI sekaligus kandidat Ketua Asprov, melakukan pertemuan dengan sejumlah pengurus Askab/Askot di Jateng bersama Johar Lin Eng. Kehadiran Johar, sosok yang telah dijatuhi larangan seumur hidup akibat kasus mafia pengaturan skor, memicu gelombang kritik dan tanda tanya dari publik.
Video yang diunggah oleh akun X @BosPurwa tersebut memperlihatkan keduanya tiba di Cafe Cangkir, Purwodadi, pada 30 November 2025. Rekaman berdurasi singkat itu menunjukkan Khairul dan Johar memasuki ruang pertemuan tertutup bersama jajaran pengurus sepak bola daerah.
Dalam unggahan tersebut, @BosPurwa menuliskan:
“Hanya meneruskan ingpo dari tetangga.. :) Rekaman safari politik Exco @PSSI Khairul Anwar dan yes... lagi-lagi muncul bareng Johar Lin Eng. Sosok yang pernah di-lifetime banned karena kasus mafia bola. Terus gimana nih, Pak @ErickThohir? Katanya PSSI era baru, bersih dari mafia – kok EXCO nya gandeng mafia yang dulu bikin hancur sepak bola kita. Publik cuma nanya... Ini bagian reformasi atau justru rekonstruksi jaringan lama?”
Safari politik Khairul disebut sebagai bagian dari upaya mengamankan dukungan jelang pemilihan Ketua Asprov, di mana ia bersaing langsung dengan petahana Yoyok Sukawi. Beberapa pengurus Askab yang dikonfirmasi membenarkan adanya pertemuan tersebut, meski enggan memberi komentar lebih jauh karena acara berlangsung tertutup dan tanpa dokumentasi resmi.
Kedekatan Khairul dan Johar bukan pertama kalinya mendapat sorotan. Khairul diketahui pernah menjadi pengacara Johar ketika kasus mafia bola mengemuka pada 2018 dan menyeret sejumlah pejabat sepak bola nasional. Hubungan lama itu kembali dibicarakan publik setelah keduanya tampil bersama dalam konteks kegiatan yang berkaitan langsung dengan struktur PSSI.
Johar Lin Eng, mantan Ketua Asprov Jateng, sebelumnya dinyatakan terlibat dalam pengaturan skor sebelum akhirnya dijatuhi sanksi larangan seumur hidup. Status itulah yang membuat kehadirannya di forum yang bersentuhan dengan aktivitas kepengurusan PSSI kembali dipertanyakan, terutama dari perspektif etika dan integritas organisasi.
Unggahan yang viral tersebut memantik reaksi keras dari warganet dan sejumlah penggiat sepak bola. Banyak yang mempertanyakan konsistensi agenda reformasi PSSI di bawah Ketua Umum Erick Thohir, terutama dalam upaya membersihkan federasi dari praktik mafia bola.
Hingga berita ini diterbitkan, belum ada pernyataan resmi dari PSSI pusat mengenai kemunculan Johar dalam agenda safari politik tersebut. Sementara itu, publik menanti kejelasan apakah aktivitas tersebut melanggar aturan internal federasi, termasuk batasan bagi individu yang telah menerima hukuman seumur hidup.
Kontroversi ini dinilai dapat menjadi ujian penting bagi komitmen reformasi PSSI, terutama di tengah momentum pemilihan Asprov dan harapan besar terhadap peningkatan tata kelola sepak bola Indonesia. (KS1)