SOLO, KLIKSOLONEWS.COM - Wali Kota Surakarta, Respati Ardi, menanggapi temuan Tim Microplastic Hunter dari Ecoton Foundation yang menyebut air hujan di wilayah Solo telah terkontaminasi mikroplastik.
Ia menegaskan Pemerintah Kota Surakarta akan melakukan penelitian ulang untuk memastikan validitas temuan tersebut.
Menurut Respati, langkah verifikasi penting dilakukan agar pemerintah memiliki dasar ilmiah yang kuat sebelum mengambil kebijakan lanjutan.
“Kita perlu riset untuk pengecekan temuan itu. Apakah benar atau tidak, kita harus tahu hasil riset mandiri Pemkot Solo bersama UNS,” ujar Respati, Rabu (26/11).
Respati menyebut bahwa kondisi di lapangan menunjukkan Kota Solo tidak memiliki pembakaran sampah secara terbuka maupun aktivitas industri besar yang berpotensi menghasilkan polusi mikroplastik di udara. Karena itu, ia ingin memastikan dari mana mikroplastik tersebut berasal.
“Solo tidak ada pabrik skala besar. Kita cari tahu juga pembakaran plastik itu bersumber dari mana,” tambahnya.
Pemkot Solo juga tengah mengkaji potensi dampak mikroplastik terhadap kesehatan warga serta langkah pencegahan yang dapat diterapkan.
Temuan Ecoton: Mikroplastik Tinggi di Jl Slamet Riyadi
Sebelumnya, tim peneliti dari Ecoton Foundation melakukan pengambilan sampel air hujan di sejumlah titik di Solo dan Boyolali. Pengukuran dilakukan menggunakan wadah berbahan aluminium, stainless steel, dan kaca yang ditempatkan pada ketinggian lebih dari 1,5 meter selama 1–2 jam.
Dari hasil uji awal, titik dengan konsentrasi mikroplastik tertinggi berada di Jl. Slamet Riyadi, Solo, dengan jumlah mencapai 125 partikel per liter.
Jenis mikroplastik yang ditemukan didominasi Fiber (serat) – mayoritas, Film / filamen – sebagian kecil. Adapun komposisi warna mikroplastik yang teridentifikasi adalah Hitam: 71,3%, Biru: 18,1%, Merah: 7,4%, dan Transparan: 3,2%
Ecoton menyatakan temuan ini masih berupa uji awal dan perlu ditindaklanjuti dengan penelitian lanjutan untuk mengetahui sumber, karakter, serta potensi risiko mikroplastik di udara Kota Solo.
Pemkot Surakarta akan berkolaborasi dengan Universitas Sebelas Maret (UNS) untuk melakukan riset pembanding terkait kandungan mikroplastik di air hujan.
Langkah ini disebut penting untuk memperoleh data ilmiah yang lebih komprehensif sekaligus memastikan langkah penanganan yang tepat.
Respati berharap riset mendalam dapat menjelaskan asal muasal mikroplastik serta menjadi dasar kebijakan pengendalian polusi di Solo. (ks01)