JAKARTA, KLIKSOLONEWS.COM – Kepala Staf Angkatan Darat (KSAD) Jenderal Maruli Simanjuntak akhirnya angkat bicara terkait polemik yang menyelimuti kehadiran Mayjen TNI Achmad Adipati Karna Widjaja dalam proses eksekusi lahan seluas 16,4 hektare di kawasan Metro Tanjung Bunga, Makassar.
Nama Mayjen Adipati menjadi sorotan setelah fotonya beredar di lokasi pengosongan lahan yang diperebutkan PT Gowa Makassar Tourism Development (GMTD) dan PT Hadji Kalla.
Eksekusi tersebut dilakukan berdasarkan Berita Acara Pelaksanaan Eksekusi Nomor 21 EKS/2012/PN.Mks jo No. 228/Pdt.G/2000/PN.Mks pada 3 November lalu.
Namun, kehadiran seorang perwira tinggi bintang dua di tengah proses yang berkaitan dengan sengketa tanah langsung menimbulkan pertanyaan, khususnya dari kubu PT Hadji Kalla.
Hadir Atas Inisiatif Pribadi
Menanggapi polemik tersebut, KSAD Maruli menegaskan bahwa tindakan Adipati tidak berkaitan dengan institusi TNI AD.
“Yang bersangkutan pergi sendiri,” tegas Maruli pada Jumat (14/11/2025).
Ia memastikan TNI Angkatan Darat tidak memiliki keterlibatan apa pun dalam sengketa lahan yang juga menyeret nama besar mantan Wakil Presiden RI, Jusuf Kalla.
“Oknum sudah ditegur,” pungkasnya.
Dengan pernyataan ini, KSAD berharap polemik yang berkembang dapat diluruskan dan tidak menimbulkan asumsi mengenai keterlibatan institusi militer dalam urusan perdata atau sengketa lahan.(KS01)