Jumat, 12 Juni 2026

Operasi Zebra Candi 2025 Dimulai Senin 17 November, Polresta Surakarta Fokus Tekan Pelanggaran dan Kecelakaan Lalu Lintas

Photo Author
KS1, KlikSoloNews.com
- Senin, 17 November 2025 | 07:00 WIB
Kapolresta Surakarta, Kombes Pol Catur Cahyono Wibowo. Operasi Zebra Candi 2025 Dimulai Senin 17 November, Polresta Surakarta Fokus Tekan Pelanggaran dan Kecelakaan Lalu Lintas. (KlikSoloNews/Adhirajasa)
Kapolresta Surakarta, Kombes Pol Catur Cahyono Wibowo. Operasi Zebra Candi 2025 Dimulai Senin 17 November, Polresta Surakarta Fokus Tekan Pelanggaran dan Kecelakaan Lalu Lintas. (KlikSoloNews/Adhirajasa)

SOLO, KLIKSOLONEWS.COM – Pihak kepolisian resmi memulai Operasi Zebra Candi 2025 pada Senin (17/11/2025).

Operasi penertiban lalu lintas yang digelar serentak di seluruh Jawa Tengah ini akan berlangsung hingga akhir November, dengan fokus utama menekan pelanggaran yang berpotensi memicu kecelakaan serta meningkatkan disiplin pengendara di jalan raya.

Kapolresta Surakarta, Kombes Pol Catur Cahyono Wibowo, menegaskan Operasi Zebra Candi bukan hanya agenda tahunan, tetapi merupakan bagian dari strategi komprehensif Polri dalam memelihara keamanan, keselamatan, ketertiban, dan kelancaran lalu lintas (Kamseltibcarlantas).

Ia menyebut pentingnya keseimbangan antara penegakan hukum dan edukasi kepada masyarakat.

“Operasi ini mengedepankan langkah preemtif dan preventif sebagai pencegahan awal, dilanjutkan dengan penegakan hukum melalui ETLE dan tilang manual bagi pelanggaran kasat mata,” jelasnya.

Menurut Catur, Operasi Zebra juga menjadi indikator kedisiplinan masyarakat, sekaligus upaya nyata dalam mengurangi angka kecelakaan dan fatalitas di jalan.

Operasi Zebra Candi 2025 memiliki cakupan sasaran yang luas. Tidak hanya penindakan terhadap pengendara yang melanggar aturan, namun juga penanganan berbagai gangguan lalu lintas yang berpotensi menimbulkan kecelakaan maupun kemacetan.

Beberapa pelanggaran yang menjadi prioritas di antaranya:

  • Aksi balap liar

  • Kendaraan tidak laik jalan atau tidak sesuai syarat teknis

  • Pengendara dan pembonceng tidak memakai helm SNI

  • Pelanggaran marka dan rambu lalu lintas

  • Pelanggaran APILL (lampu lalu lintas)

  • Berkendara melebihi batas kecepatan

  • Melawan arus

  • Penggunaan knalpot tidak sesuai spek teknis atau knalpot brong

  • Gangguan lain di titik-titik rawan kecelakaan


Catur menekankan pentingnya keseragaman tindakan seluruh personel agar operasi berjalan profesional dan humanis.

“Tidak boleh ada petugas bertindak di luar SOP. Keseragaman penting untuk memastikan operasi berjalan terukur dan dapat dipertanggungjawabkan,” tandasnya.

Antisipasi Libur Natal dan Tahun Baru (Nataru)

Kapolresta Surakarta menyatakan bahwa hasil dari Operasi Zebra akan berdampak langsung pada kesiapan lalu lintas menjelang masa liburan akhir tahun.

“Kami ingin memastikan mobilitas masyarakat saat Natal 2025 dan Tahun Baru 2026 berlangsung aman dan nyaman. Operasi Zebra ini menjadi langkah awal untuk menyiapkan kondisi tersebut,” terangnya.

Kehadiran polisi lalu lintas yang lebih aktif di lapangan juga disebut penting, baik untuk penertiban maupun menciptakan rasa aman bagi masyarakat, sesuai arahan Kapolda Jawa Tengah.

Catur kembali mengajak masyarakat untuk meningkatkan kedisiplinan berkendara. Menurutnya, keberhasilan operasi tidak hanya bergantung pada aparat kepolisian, tetapi juga kesadaran kolektif pengguna jalan.

“Jadikan tertib lalu lintas sebagai kebutuhan. Mari bersama menjaga Kota Solo tetap aman menjelang Natal dan Tahun Baru. Dengan kepatuhan bersama, kita bisa menyambut liburan dengan aman dan nyaman,” pungkasnya.(KS01)

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: KS1

Tags

Terkini

X