Sabtu, 13 Juni 2026

Akpol Cetak Sejarah! Riset Digital Trafficking Antar Indonesia Juara di Forum Kepolisian Asia

Photo Author
KS1, KlikSoloNews.com
- Kamis, 13 November 2025 | 16:37 WIB
Akpol Cetak Sejarah! Riset Digital Trafficking Antar Indonesia Juara di Forum Kepolisian Asia. (KlikSoloNews/dok)
Akpol Cetak Sejarah! Riset Digital Trafficking Antar Indonesia Juara di Forum Kepolisian Asia. (KlikSoloNews/dok)

SEMARANG, KLIKSOLONEWS.COMAkademi Kepolisian (Akpol) kembali menorehkan prestasi internasional membanggakan.

Dua taruna Akpol, Sultan Rekha Firdaus dan Vandya Daniela Latuheru, berhasil mengantarkan Akpol meraih Juara I (Academic Excellence Award) dalam ajang International Undergraduate Conference on Policing (IUCP) 2025 yang digelar di Jakarta Center for Law Enforcement Cooperation (JCLEC), Semarang, pada Selasa (12/11/2025).

Kompetisi IUCP merupakan bagian dari Police Academy Student Festival in Asia (PASFA) 2025, yang diikuti 12 institusi kepolisian dari delapan negara Asia, termasuk Korea Selatan, Mongolia, Malaysia, Filipina, Thailand, Vietnam, Laos, dan Indonesia.

Tahun ini, Akpol bertindak sebagai tuan rumah (host institution) sekaligus membuktikan kualitasnya sebagai akademi kepolisian berkelas dunia.

Tim Akpol memukau dewan juri lewat riset berjudul “Sold by Hope: The Indonesian Trafficking Network in Myanmar Cyber Fraud Factories.”

Penelitian tersebut mengulas fenomena perdagangan manusia digital (digital trafficking) di Asia Tenggara, di mana korban disekap dan dipaksa bekerja dalam jaringan penipuan siber lintas negara di wilayah perbatasan Myanmar.

Riset Ungkap Modus Digital Trafficking di Asia Tenggara

Riset karya Taruna Akpol ini tidak hanya membongkar modus operandi perdagangan manusia berbasis teknologi, tetapi juga menghadirkan rekomendasi kebijakan dan strategi penegakan hukum terpadu untuk mencegah kasus serupa.

“Isu digital trafficking ini tantangan baru di era kejahatan siber global. Kami ingin mendorong kolaborasi antarnegara untuk melindungi korban dan memperkuat kapasitas kepolisian,” kata Sultan Rekha Firdaus, salah satu delegasi Akpol.

Kompetisi IUCP 2025 diikuti tujuh finalis terbaik setelah seleksi ketat sejak September lalu. Para finalis berasal dari Philippine National Police Academy (PNPA), People’s Police Academy (PPA) Vietnam, Korean National Police University (KNPU), Royal Police Cadet Academy (RPCA) Thailand, dan lainnya.

Panel juri dari Indonesia, Malaysia, dan Korea Selatan menilai berdasarkan relevansi riset, argumentasi ilmiah, kemampuan presentasi, dan sesi tanya jawab.
Hasilnya, Akpol Indonesia keluar sebagai juara pertama, disusul PNPA Filipina di posisi kedua dengan riset perilaku perjudian daring, dan PPA Vietnam di posisi ketiga.

Penghargaan diserahkan langsung oleh Presiden Korean National Police University, dengan total hadiah mencapai USD 2.200 untuk para pemenang.

Direktur Akademik Akpol, Kombes Pol Dr Eko Suprihanto,  menyampaikan rasa bangga atas prestasi yang diraih para taruna. Ia menyebut pencapaian ini sebagai bukti nyata transformasi Akpol menuju World Class Police Academy.

“Perjuangan tim IUCP Akpol membuahkan hasil maksimal. Ini menunjukkan bahwa Akpol berada di jalur yang tepat menuju akademi kepolisian kelas dunia,” ujar Kombes Eko.

Menurutnya, kemenangan ini bukan sekadar prestasi akademik, tetapi juga menunjukkan kemampuan generasi muda Polri dalam menghadapi isu global dengan pendekatan ilmiah dan kolaboratif.

Keberhasilan Akpol di forum internasional ini menegaskan peran Indonesia sebagai motor kolaborasi kepolisian Asia. Melalui ajang PASFA dan IUCP 2025, negara-negara peserta berkomitmen memperkuat standar pendidikan kepolisian, penelitian ilmiah, dan praktik terbaik penegakan hukum.

“Ini bukan sekadar kompetisi, tapi wadah untuk membangun jejaring intelektual antarakademi kepolisian di Asia,” ungkap Vandya Daniela Latuheru, delegasi Akpol.

Prestasi ini menjadi bukti bahwa Akpol tidak hanya unggul dalam pendidikan kepolisian nasional, tetapi juga berperan aktif dalam membentuk masa depan penegakan hukum regional di Asia.(KS01)

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: KS1

Tags

Terkini

X