Jumat, 12 Juni 2026

Muhammad Al Imran Balas Dendam Manis, Tumbangkan Pramod Bhagat dan Kumar Nitesh di Polytron Indonesia Para Badminton International 2025

Photo Author
KS1, KlikSoloNews.com
- Kamis, 30 Oktober 2025 | 20:48 WIB
Atlet para bulu tangkis Indonesia Muh Al Imran berusaha mengembalikan bola dalam pertandingan nomor tunggal putra SL3 Polytron Indonesia Para Badminton International 2025 di GOR Indoor Manahan, Solo, Jawa Tengah, Rabu (30/10/2025). Imran berhasil mengalahkan Pramod Bhagat asal India dengan skor 2-0 (21-17, 21-14). NPC INDONESIA/Agung Wahyudi
Atlet para bulu tangkis Indonesia Muh Al Imran berusaha mengembalikan bola dalam pertandingan nomor tunggal putra SL3 Polytron Indonesia Para Badminton International 2025 di GOR Indoor Manahan, Solo, Jawa Tengah, Rabu (30/10/2025). Imran berhasil mengalahkan Pramod Bhagat asal India dengan skor 2-0 (21-17, 21-14). NPC INDONESIA/Agung Wahyudi

SOLO, KLIKSOLONEWS.COM — Atlet para bulu tangkis Indonesia Muhammad Al Imran mengawali langkah gemilang di ajang Polytron Indonesia Para Badminton International 2025.

Imran berhasil menaklukkan unggulan asal India, Pramod Bhagat dengan skor 21-17, 21-14 pada pertandingan tunggal putra klasifikasi SL3, Kamis (30/10) siang di GOR Indoor Manahan, Solo.

Kemenangan ini menjadi pembuka manis di Grup D yang disebut sebagai “grup neraka”, serta menjadi ajang balas dendam sempurna atas kekalahan sebelumnya dari Pramod.

Sebelumnya, pada final China Para Badminton International 2025 (21 September), Imran harus mengakui keunggulan Pramod setelah bertarung sengit tiga set dengan skor 21-15, 19-21, 16-21.
Namun kali ini, atlet asal Bogor tersebut tampil lebih matang dan mampu mengubah strategi permainan.

“Alhamdulillah sangat bersyukur bisa mengalahkan Pramod. Saya bisa membalas kekalahan di Indonesia,” ujar Imran usai pertandingan.

Ia menjelaskan, perubahan gaya bermain menjadi kunci kemenangan.

“Saya sedikit mempercepat permainan karena cara main Pramod itu reli-reli panjang. Saat bertahan, dia suka tiba-tiba kasih pukulan cepat, jadi saya coba cari celahnya,” lanjutnya.

Hadapi Grup Berat Berisi Dua Juara Paralimpiade

Imran menyebut Grup D sebagai salah satu grup tersulit dalam nomor tunggal putra SL3. Selain menghadapi Pramod Bhagat, peraih medali emas Paralimpiade Tokyo 2020, grup ini juga diisi Kumar Nitesh, juara Paralimpiade Paris 2024.

Tak berhenti mengalahkan Pramod Bhagat, di laga selanjutnya, Muh Al Imran menang atas atlet India peraih medali emas Paralimpiade Paris 2024, Kumar Nitesh dengan skor 2-1 (14-21, 21-18, 21-10).

“Ini grup yang berat karena dua-duanya peraih medali emas Paralimpiade. Semoga saya bisa merealisasikan target menjadi juara di turnamen kali ini,” tutur Imran penuh semangat.

Sebelum berlaga di ajang ini, peraih tiga medali emas PEPARNAS Solo 2024 tersebut telah menjalani latihan intensif di pemusatan latihan nasional (Pelatnas). Menurutnya, latihan bersama atlet senior membuat mental dan kualitas permainannya meningkat.

“Yang membedakan di Pelatnas itu sparing partner. Ada banyak atlet senior yang berpengalaman, jadi permainan kita ikut terbawa. Ketika sering sparing, otomatis kepercayaan diri juga naik,” ungkapnya.

Imran, yang mulai terjun ke dunia para bulu tangkis pada 2022, kini menempati peringkat ke-10 dunia klasifikasi SL3 dengan total 34.605 poin. Sementara posisi puncak masih dipegang oleh Manoj Sarkar (India) dengan 51.319 poin.

Di usianya yang baru 22 tahun, Imran bertekad terus berkembang dan mempersembahkan hasil terbaik bagi Indonesia.

“Pastinya saya pribadi ingin memberikan yang terbaik untuk Indonesia. Semoga ke depan bisa terus belajar dan berkembang,” pungkasnya.(ks01)

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: KS1

Tags

Terkini

X