Jumat, 12 Juni 2026

Festival Lampion di Jogja Berujung Panik, Lampion Jatuh Picu Hujan Api di Pantai Goa Cemara

Photo Author
KS1, KlikSoloNews.com
- Selasa, 28 Oktober 2025 | 08:00 WIB
Festival Lampion di Jogja Berujung Panik, Lampion Jatuh Picu Hujan Api di Pantai Goa Cemara. (KlikSoloNews/dok)
Festival Lampion di Jogja Berujung Panik, Lampion Jatuh Picu Hujan Api di Pantai Goa Cemara. (KlikSoloNews/dok)

BANTUL, KLIKSOLONEWS.COM – Momen yang seharusnya romantis dan indah dalam Festival Lampion Terbang JogjaLanterne Festival de Paris” di Pantai Goa Cemara, Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta, berubah menjadi insiden menegangkan.

Sejumlah lampion yang diterbangkan justru berjatuhan dan tersangkut di pepohonan dalam kondisi api masih menyala, hingga menimbulkan kepanikan pengunjung.

Peristiwa tersebut terjadi pada Sabtu malam (25/10/2025) dan dengan cepat viral di media sosial, memicu perdebatan publik mengenai keamanan penyelenggaraan festival lampion di ruang terbuka.

Salah satu video yang merekam suasana panik itu diunggah oleh pengguna TikTok dengan akun @thaluaaaa. Dalam videonya, terlihat beberapa lampion yang belum sempat terbang tinggi malah jatuh ke tanah dan pepohonan sambil masih menyala, menciptakan pemandangan bak “hujan api”.

“First time experiencing hujan api in #jogja,” tulisnya dalam unggahan tersebut.

Warga dan pengunjung tampak berusaha memadamkan api dari lampion yang jatuh agar tidak menyebar ke vegetasi sekitar. Beberapa bahkan menggunakan air dan pasir seadanya untuk mencegah kebakaran.

Dinas Pariwisata Bantul: Akibat Perubahan Arah Angin

Kepala Dinas Pariwisata Kabupaten Bantul membenarkan adanya insiden tersebut. Ia menjelaskan, lampion jatuh karena perubahan arah angin di sisi selatan area festival.

“Diduga ada peserta yang menerbangkan lampion sebelum api pada lampion menyala sempurna sehingga lampion langsung jatuh ke bawah,” ujarnya.

Meski demikian, pihaknya memastikan tidak ada korban jiwa maupun luka. Api yang sempat menyambar beberapa ranting pohon berhasil dipadamkan dengan cepat oleh tim keamanan dan pemadam yang sudah disiagakan.

Sebelum acara digelar, panitia festival telah bekerja sama dengan berbagai unsur keamanan, termasuk Polri, TNI AL, SAR, Polairud, Linmas, BPBD Bantul, dan tim pemadam kebakaran.
Langkah ini dilakukan untuk mencegah hal-hal yang tidak diinginkan selama acara berlangsung.

Namun, insiden tetap terjadi akibat faktor teknis dan perilaku sebagian peserta yang tidak mengikuti arahan panitia.

Dinas Pariwisata Bantul memastikan insiden “hujan api” ini akan menjadi bahan evaluasi menyeluruh bagi penyelenggara ke depan.

“Kami akan evaluasi ketertiban peserta yang menerbangkan lampion terburu-buru dan tidak serentak sesuai instruksi panitia,” ujarnya.

Selain itu, panitia berencana mencari lokasi yang lebih lapang dan minim pepohonan untuk pelaksanaan acara serupa di masa mendatang, guna meminimalisir risiko kebakaran.

Insiden ini ramai diperbincangkan di media sosial. Banyak warganet menyuarakan kekhawatiran terhadap potensi bahaya kebakaran yang ditimbulkan dari penerbangan lampion di area terbuka yang masih memiliki pepohonan dan vegetasi kering.

Sebagian warganet meminta agar pemerintah daerah lebih selektif dalam memberikan izin acara serupa, dengan memastikan adanya standar keamanan yang ketat.(KS01)

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: KS1

Tags

Terkini

X