Sabtu, 13 Juni 2026

Pemprov Jateng Tambah Pompa Jadi 8 Unit, Sedot Genangan Hingga 1.900 Liter Per Detik

Photo Author
KS1, KlikSoloNews.com
- Sabtu, 25 Oktober 2025 | 11:00 WIB
Pemprov Jateng Tambah Pompa Jadi 8 Unit, Sedot Genangan Hingga 1.900 Liter Per Detik (Kliksolonews/dok)
Pemprov Jateng Tambah Pompa Jadi 8 Unit, Sedot Genangan Hingga 1.900 Liter Per Detik (Kliksolonews/dok)

SEMARANG, KLIKSOLONEWS.COM – Pemerintah Provinsi Jawa Tengah menambah jumlah pompa penyedot air di sejumlah titik banjir di Kota Semarang menjadi delapan unit. Penambahan dua pompa ini diharapkan dapat mempercepat proses penyedotan air dan mempercepat surutnya genangan di kawasan terdampak banjir.

Dengan total delapan pompa yang beroperasi selama 24 jam, kapasitas penyedotan air kini mencapai 1.900 liter per detik (LPS), meningkat dari sebelumnya 1.400 LPS. Langkah ini merupakan tindak lanjut dari instruksi Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi agar penanganan banjir dilakukan secara cepat dan terkoordinasi.

“Semenjak kemarin pompa telah terpasang. Hari ini Bapak Gubernur menginstruksikan menambah pompa agar lekas surut. Jika kemarin mampu menyedot air 1.400 LPS, maka dengan tambahan dua pompa jadi 1.900 LPS,” jelas Kepala Pusdataru Pemprov Jateng, Henggar Budi Anggoro, Jumat (24/10/2025).

Henggar menjelaskan, delapan pompa tersebut dipasang di beberapa titik strategis. Satu pompa berada di sekitar Kali Tenggang, dua pompa di Terboyo, dan tiga pompa di Kali Sringin. Sementara dua pompa tambahan akan ditempatkan di titik efektif untuk pembuangan air bekerja sama dengan Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS).

Dua pompa tambahan tersebut berasal dari Balai PSDA Tegal dan Kudus, yang dikirim untuk memperkuat upaya penanganan banjir di wilayah Semarang dan sekitarnya.

Selain pemasangan pompa, tim dari Pemprov Jateng juga turun langsung ke lapangan untuk mengecek penyebab utama banyaknya genangan di sejumlah kawasan.

“Kami cek, tidak ada kaitan dengan pembangunan tol. Ini karena curah hujan yang sangat tinggi dalam beberapa hari terakhir,” ujar Henggar.

Ia menambahkan, pengelolaan sungai yang menjadi sumber luapan air tidak sepenuhnya menjadi tanggung jawab Pemprov Jateng, karena setiap sungai memiliki penanggung jawab sesuai kewenangan. Beberapa sungai di wilayah Semarang juga dikelola oleh Kementerian PUPR melalui Balai Besar Pemali Juana.

Banjir kali ini melanda sejumlah wilayah di Kota Semarang, Kabupaten Demak, dan Grobogan. Selain pompanisasi, Pemprov Jateng juga menyiapkan titik pengungsian bagi warga terdampak dan menyalurkan bantuan logistik untuk memenuhi kebutuhan dasar masyarakat.

Gubernur Ahmad Luthfi turut memerintahkan seluruh dinas terkait untuk turun ke lapangan sesuai tugas pokok dan fungsinya, guna memastikan penanganan banjir berjalan efektif dan masyarakat mendapatkan bantuan dengan cepat. (KS1)

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: KS1

Tags

Terkini

X