Sabtu, 13 Juni 2026

Air Mata di Jeddah: Indonesia Gugur di Kualifikasi Piala Dunia 2026 Netizen Serukan Tagar KluivertOut

Photo Author
KS1, KlikSoloNews.com
- Minggu, 12 Oktober 2025 | 11:12 WIB
Air Mata di Jeddah: Indonesia Gugur di Kualifikasi Piala Dunia 2026 Netizen Serukan Tagar KluivertOut. (KlikSoloNews/dok PSSI)
Air Mata di Jeddah: Indonesia Gugur di Kualifikasi Piala Dunia 2026 Netizen Serukan Tagar KluivertOut. (KlikSoloNews/dok PSSI)

JEDDAH, KLIKSOLONEWS.COM — Mimpi Timnas Indonesia untuk menorehkan sejarah tampil di Piala Dunia 2026 resmi kandas.

Skuad Garuda harus mengakui keunggulan Irak dengan skor tipis 0–1 dalam laga kedua Grup B Putaran Keempat Kualifikasi Piala Dunia 2026 Zona Asia, di Stadion King Abdullah Sports City, Minggu (12/10/2025), dini hari WIB.

Gol semata wayang yang dicetak Zidane Iqbal pada menit ke-76 menjadi pembeda. Hasil ini sekaligus memperpanjang tren tanpa poin bagi Indonesia setelah sebelumnya kalah 2–3 dari Arab Saudi di laga pembuka.

Indonesia sejatinya tampil berani di awal pertandingan. Sejumlah peluang sempat tercipta melalui Thom Haye, Calvin Verdonk, dan Mauro Zijlstra, namun tak satu pun mampu membuahkan hasil. Pertahanan rapat Irak membuat Garuda kesulitan menembus area sepertiga akhir.

Petaka datang di babak kedua ketika tembakan keras Zidane Iqbal dari luar kotak penalti meluncur deras ke pojok gawang dan tak mampu diantisipasi kiper Maarten Paes.

Sisa waktu digunakan Indonesia untuk menekan habis-habisan, namun skor 0–1 tak berubah hingga peluit panjang dibunyikan.

Begitu pertandingan usai, suasana haru menyelimuti lapangan. Gelandang Thom Haye terlihat menunduk sambil menitikkan air mata, sebelum ditenangkan sang kapten, Jay Idzes.

Di sisi lain, Calvin Verdonk tampak menangis di pelukan Stefano Lilipaly, menandakan betapa besar harapan dan kerja keras mereka untuk membawa Indonesia melangkah lebih jauh.

“Saya sangat kecewa karena semua pihak—staf medis, staf teknis, dan para pemain—telah bekerja keras demi mewujudkan mimpi ini,” ujar Kluivert kepada Asharq Al-Awsat.

Meski tersingkir, perjuangan Garuda di bawah asuhan Kluivert tetap mendapat apresiasi dari publik sepak bola nasional.

Dengan skuad yang dihuni banyak pemain muda dan diaspora Eropa, langkah Indonesia menembus putaran keempat menjadi capaian tersendiri dalam sejarah panjang sepak bola Tanah Air.

Kini, fokus akan beralih ke Piala Asia 2027, di mana semangat dan pengalaman dari perjalanan ini diharapkan menjadi modal untuk tampil lebih tangguh.(KS01)

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: KS1

Tags

Terkini

X