Jumat, 12 Juni 2026

Kisah Inspiratif Fauzan Jalu: Dari Kiper Persis Solo, Kini Jadi Pengusaha Sarung Tangan Sukses

Photo Author
KS1, KlikSoloNews.com
- Sabtu, 11 Oktober 2025 | 20:54 WIB
Kisah Inspiratif Fauzan Jalu: Dari Kiper Persis Solo, Kini Jadi Pengusaha Sarung Tangan Sukses. (KlikSoloNews/Adhirajasa)
Kisah Inspiratif Fauzan Jalu: Dari Kiper Persis Solo, Kini Jadi Pengusaha Sarung Tangan Sukses. (KlikSoloNews/Adhirajasa)

SOLO, KLIKSOLONEWS.COM — Masihkah ingat kiper Persis Solo musim 2017 saat menghadapi PSIS Semarang dalam Derby Jateng di Liga 2 pada Kamis 6 Juli 2017 di Stadion Manahan?

Saat itu Laskar Sambernyawa unggul 1-0 atas Mahesa Jenar lewat gol tunggal Dedi Cahyono Putro pada menit ke-32. Selain Dedi sebagai pahlawan kemenangan, pujian juga ditujukan pada sosok penting di bawah mistar.

Ya, saat itu kiper Persis Solo menampilkan Mochamad Fauzan Jauhar Malik di bawah mistar menggantikan kiper utama, Agung Prast yang berhalangan.

Tak disangka, debut Fauzan Jalu, demikian dia disapa, menorehkan clean sheet yang membuat bahagia suporter Persis Solo saat itu. Setelah pensiun dari lapangan hijau, apa kabar Fauzan Jalu?

Berikut ini kisah inspiratif Fauzan Jalu, dari kiper Persis Solo, kini jadi pengusaha sarung tangan sukses di Tanah Air.

Awal Karier Fauzan Jalu

Fauzan Jalu, mantan kiper Persis Solo dan Persib junior, sukses bertransformasi menjadi pengusaha perlengkapan olahraga dengan merek TKB (Toko Keren Bismillah). Setelah cedera menghentikan kariernya, ia bangkit dan kini dikenal sebagai inspirasi bagi atlet muda Indonesia.


Tidak semua perjalanan karier atlet berakhir di lapangan hijau. Bagi Mochamad Fauzan Jauhar Malik, atau yang lebih dikenal sebagai Fauzan Jalu, cedera bukan akhir dari segalanya, melainkan awal dari babak baru menuju kesuksesan.

Fauzan Jalu pernah dikenal sebagai penjaga gawang berbakat. Ia mengawali karier sepak bolanya di akademi Persib Bandung, memperkuat tim dari level U-15 hingga U-21, serta sempat menimba ilmu di Diklat Persib.

Pada tahun 2017, ia bergabung dengan Persis Solo, dan mencatat debutnya di laga sarat gengsi Derby Jateng kontra PSIS Semarang di Stadion Manahan, Solo.

Namun, perjalanan kariernya di lapangan hijau harus terhenti lebih cepat dari yang diharapkan. Cedera yang dialaminya membuat Fauzan harus berpikir ulang tentang masa depan.

Alih-alih menyerah, ia justru memanfaatkan pengalaman dan kecintaannya pada sepak bola untuk membangun bisnis.

Awal Lahir TKB

Dari situlah lahir TKB (Toko Kiper Bandung), sebuah merek perlengkapan olahraga yang kini dikenal luas, terutama di kalangan penjaga gawang.

“Dulu waktu masih main bola, saya sudah biasa jualan sarung tangan ke teman-teman sesama kiper. Setelah cedera, saya berpikir untuk fokus di situ. Saya tahu apa yang dibutuhkan kiper di lapangan,” tutur Fauzan saat berbincang dengan KlikSoloNews di sela peluncuran produk sarung tangan kiper produksinya, Volt Glove, di AXL Coffe, Solo, Sabtu 11 Oktober 2025, sore.

-
Kisah Inspiratif Fauzan Jalu: Dari Kiper Persis Solo, Kini Jadi Pengusaha Sarung Tangan Sukses. (KlikSoloNews/Adhirajasa)

Berawal dari jualan kecil-kecilan, TKB berkembang pesat berkat dedikasi dan inovasi. Fauzan Jalu memahami betul selera dan kebutuhan pemain, mulai dari kenyamanan bahan hingga kekuatan daya cengkeram.

Kini, produk TKB tidak hanya digunakan di level amatir, tetapi juga telah menembus dunia sepak bola profesional Indonesia. Setelah lahir TKB, kini Fauzan Jalu mengembangkan sister product berupa Volt Glove.

Bisa dikatakan, Volt Glove adalah "adik" dari TKB yang sukses telah digunakan kiper-kiper top level SUPER League Indonesia. Tidak jauh berbeda dengan TKB, kualitas Volt juga dipastikan terjamin.

Jalu mengatakan, Volt Glove menggunakan material impor dari Jerman dengan keunggulan kenyamanan dan daya cengkeram tinggi.

“Material yang kami pakai merupakan bahan terbaik yang bisa menopang performa kiper dalam setiap latihan maupun pertandingan,” tambah Jalu.

Bagi Fauzan, perjalanan dari pemain ke pengusaha adalah bentuk adaptasi dan keberanian untuk bangkit.

“Saya ingin menunjukkan bahwa ketika karier sebagai atlet berhenti, bukan berarti hidup ikut berhenti. Justru itu kesempatan untuk menciptakan sesuatu yang baru,” kata Jalu yang kini berusia 29 tahun.

Kini, Fauzan Jalu aktif mengembangkan brand TKB maupun VOLT dan kerap terlibat dalam kegiatan pelatihan kiper muda di berbagai daerah.

Dia mengungkapkan, sudah 12 kiper top Tanah Air yang bergabung bersama keluarga besar TKB dan Volt, di antaranya Nadeo Agra Winata (Borneo FC), Reza Arya Pratama (PSM Makassar), Alan Jose Bernardon (Malut United), Carlos Eduardo (Persija Jakarta), Leonardo Navacchio (Persik Kediri), dan kiper Persis Solo, M Riyandi dan Gianluca Pandeynuwu.

-
Kisah Inspiratif Fauzan Jalu: Dari Kiper Persis Solo, Kini Jadi Pengusaha Sarung Tangan Sukses. (KlikSoloNews/dok Instagram FauzanJalu)

"Saya mantan kiper profesional, jadi bisa merasakan sarung tangan yang dibutuhkan kiper saat latihan ataupun bertanding. Setiap tangan memiliki karakter berbeda-beda. Di TKB dan Volt ini, pengalaman sebagai kiper profesional saya tuangkan," urai Jalu tersenyum.

Melalui pengalaman pribadinya, ia ingin menginspirasi generasi muda agar tidak takut bermimpi dan berusaha, baik di lapangan maupun di dunia usaha. Usahanya kini dikendalikan dari TKB Fashion Sport yang berlokasi di Jalan Buah Batu No 48 Bandung, Jawa Barat.

“Sepak bola mengajarkan disiplin dan kerja keras. Nilai-nilai itu yang saya bawa ke bisnis,” ujar pria yang kini dikenal sebagai pengusaha muda sukses di bidang perlengkapan olahraga tersebut.

Perjalanan Fauzan Jalu membuktikan satu hal: semangat pantang menyerah dan kemampuan beradaptasi adalah kunci untuk bangkit dari keterpurukan dan mencetak kesuksesan baru.(KS01)

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: KS1

Tags

Terkini

X