Jumat, 12 Juni 2026

Ketum Joman Temui Jokowi di Solo, Desak Polda Metro Jaya Percepat Penetapan Status Hukum Roy Suryo Cs

Photo Author
KS1, KlikSoloNews.com
- Selasa, 7 Oktober 2025 | 18:00 WIB
Ketum Joman Temui Jokowi di Solo, Desak Polda Metro Jaya Percepat Penetapan Status Hukum Roy Suryo Cs. (KlikSoloNews/dok)
Ketum Joman Temui Jokowi di Solo, Desak Polda Metro Jaya Percepat Penetapan Status Hukum Roy Suryo Cs. (KlikSoloNews/dok)

SOLO, KLIKSOLONEWS.COM — Ketua Umum Jokowi Mania (Joman). Andi Azwan menemui Presiden ke-7 Joko Widodo (Jokowi) di kediamannya, Solo, pada Selasa (7/10/2025).

Dalam pertemuan tersebut, Andi menyampaikan sejumlah hal, termasuk perkembangan laporan hukum fitnah ijazah palsu yang melibatkan Roy Suryo cs di Polda Metro Jaya.

“Kami menghimbau kepada Polda Metro Jaya agar segera merampungkan proses hukum Roy Suryo cs supaya status hukumnya jelas. Kami yakin, jika ini dituntaskan, berbagai kegaduhan yang selama ini terjadi bisa diatasi,” ujar Andi kepada awak media usai pertemuan.

Andi menegaskan  relawan Jokowi dan Prabowo-Gibran tetap solid dalam mendukung program-program pemerintah. Ia menyebut langkah relawan dilakukan atas dasar hati nurani dan rasa tanggung jawab moral, bukan karena arahan dari pihak mana pun.

“Kita semua terpanggil secara organisasi, bukan karena diarahkan atau diorkestrasi oleh siapa pun. Kita berjuang karena melihat kebaikan beliau terhadap masyarakat Indonesia,” ucapnya.

Lebih lanjut, Andi menilai program-program positif Jokowi kini diteruskan oleh pemerintahan Prabowo-Gibran, dan pihaknya siap mendukung penuh.

“Semua relawan akan bekerja full speed membantu pemerintah agar setiap program berjalan baik,” katanya.

Terkait tudingan ijazah palsu Jokowi, Andi menegaskan bahwa ijazah Presiden Jokowi asli dan sah secara hukum. Ia menyoroti fakta bahwa Roy Suryo mendapatkan salinan ijazah Jokowi langsung dari KPU DKI, yang justru membuktikan keaslian dokumen tersebut.

“Ijazah beliau diterbitkan oleh UGM dan sudah dilegalisasi. Jadi jelas ijazahnya asli,” tegas Andi.

Dalam kesempatan itu, Andi juga mengkritik isi buku ‘Jokowi White Paper’ yang ditulis pihak tertentu.

“Buku Jokowi White Paper itu sampah. Tidak ada data pembandingnya, metodologinya tidak jelas, dan sarat dengan unsur kebencian. Itu bukan karya ilmiah,” ujarnya tegas.

Di akhir pertemuan, Andi menyampaikan kegelisahan para relawan atas lambatnya penanganan kasus fitnah ijazah palsu tersebut.

“Relawan gelisah karena penanganan kasus ini terkesan lambat. Padahal sudah ada lebih dari 100 saksi dan 500 barang bukti. Kami sampaikan kepada Pak Jokowi agar Polda Metro mempercepat penangkapan,” pungkasnya. (KS01)

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: KS1

Tags

Terkini

X