Jumat, 12 Juni 2026

Gubernur Ahmad Luthfi Tegaskan Pengendalian Inflasi Bukan Sekadar Angka, tapi Soal Perut Rakyat

Photo Author
KS1, KlikSoloNews.com
- Senin, 6 Oktober 2025 | 14:30 WIB
Gubernur Ahmad Luthfi Tegaskan Pengendalian Inflasi Bukan Sekadar Angka, tapi Soal Perut Rakyat. (KlikSoloNews/dok)
Gubernur Ahmad Luthfi Tegaskan Pengendalian Inflasi Bukan Sekadar Angka, tapi Soal Perut Rakyat. (KlikSoloNews/dok)

KABUPATEN SEMARANG, KLIKSOLONEWS.COM – Gubernur Jawa Tengah, Ahmad Luthfi, menegaskan bahwa pengendalian inflasi bukan sekadar persoalan angka statistik, melainkan menyangkut kesejahteraan dan kebutuhan dasar masyarakat.

Hal itu disampaikan dalam Rapat Koordinasi Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) Provinsi Jawa Tengah yang digelar di Tlogo, Tuntang, Kabupaten Semarang, Senin (6/10/2025).

Rapat ini mempertemukan pemerintah daerah, BUMD, dan instansi vertikal guna memperkuat sinergi menjaga stabilitas harga kebutuhan pokok menjelang akhir tahun.

“Kalau soal teknis kita sudah bagus. Tapi yang penting, kebijakan itu harus benar-benar sampai ke masyarakat. Kita ini hanya pembuat kebijakan, pelaksananya bupati dan wali kota, dan yang merasakan dampaknya adalah rakyat,” ujar Gubernur Ahmad Luthfi.

Ia menekankan pentingnya kerja bersama seluruh pemangku kepentingan, termasuk aparat kepolisian dalam Satgas Pangan, untuk memastikan kebijakan pengendalian inflasi berdampak nyata.

“Kita keroyok bareng-bareng. Polda juga harus aktif. Ini bukan cuma angka inflasi, tapi soal perut rakyat,” tegasnya.

Menurut data TPID, inflasi Jawa Tengah pada September 2025 tercatat 2,65 persen (year on year), dengan harga komoditas pangan cenderung stabil.

Sementara pertumbuhan ekonomi Jateng pada triwulan II 2025 mencapai 5,28 persen (yoy) — lebih tinggi dari rata-rata nasional 5,12 persen. Secara triwulanan (quarter to quarter), Jateng berada di posisi ketiga tertinggi di Pulau Jawa, yakni 1,87 persen, di bawah Jawa Timur (3,09 persen) dan Jawa Barat (2,33 persen).

Harga bahan pokok di sejumlah pasar juga menunjukkan kestabilan.

  • Beras medium dijual Rp 13.407/kg (sedikit di bawah HAP)

  • Beras premium Rp 15.915/kg (6,81% di atas HAP)

  • Bawang putih Kating Rp 35.333/kg (naik 10,42% dari HAP)

  • Cabai rawit merah Rp 32.333/kg (43% di bawah HAP Rp 57.000)

  • Minyak goreng curah naik menjadi Rp 17.791/liter

  • Minyakita stabil Rp 16.326/liter


Telur dan daging ayam ras mengalami kenaikan ringan namun masih di bawah harga acuan pemerintah.

Untuk menjaga kestabilan harga, Pemprov Jateng terus menggelar Gerakan Pangan Murah (GPM), sidak beras premium, serta memperkuat cadangan beras dan minyak goreng melalui Bulog dan BUMD.

Selain fokus pada pengendalian inflasi, Ahmad Luthfi bersama Wakil Gubernur Taj Yasin Maimoen juga mendorong lahirnya ekosistem ekonomi syariah, serta program Desa Maju dan Berdaya sebagai langkah memperkuat kemandirian ekonomi daerah.(ks01)

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: KS1

Tags

Terkini

X