Jumat, 12 Juni 2026

Wagub Taj Yasin: KPR FLPP Jateng Tembus 15.920 Unit, Akad Massal Terbesar Kedua Nasional

Photo Author
KS1, KlikSoloNews.com
- Selasa, 30 September 2025 | 11:49 WIB
Wagub Taj Yasin: KPR FLPP Jateng Tembus 15.920 Unit, Akad Massal Terbesar Kedua Nasional. (KlikSoloNews/dok)
Wagub Taj Yasin: KPR FLPP Jateng Tembus 15.920 Unit, Akad Massal Terbesar Kedua Nasional. (KlikSoloNews/dok)

BOGOR, KLIKSOLONEWS.COM – Wakil Gubernur Jawa Tengah, Taj Yasin Maimoen atau akrab disapa Gus Yasin, menegaskan komitmen Pemprov Jateng dalam mendukung program 3 juta rumah yang dicanangkan pemerintah pusat.

Melalui program Kredit Pemilikan Rumah Fasilitas Likuiditas Pembiayaan Perumahan (KPR FLPP), Jawa Tengah terus mendorong percepatan pembangunan dengan target Satu KK Satu Rumah Layak Huni.

Hal itu disampaikan Gus Yasin saat mewakili Gubernur Jateng Ahmad Luthfi pada acara Akad Massal KPR Sejahtera FLPP 25.000 Unit dan Penyerahan Simbolis Kunci Rumah bersama Presiden Prabowo Subianto, yang digelar di Perumahan Pesona Kahuripan 10, Cileungsi, Kabupaten Bogor, Senin 29 September 2025.

Gus Yasin menjelaskan, Pemprov Jateng terus melakukan berbagai langkah agar target program nasional bisa tercapai. Salah satunya dengan mendorong pemerintah kabupaten/kota untuk mempercepat proses perizinan pembangunan perumahan.

“Kami meminta agar perizinan tidak lebih dari 10 hari setelah dokumen dinyatakan lengkap, sesuai SKB dengan tiga menteri. Selain itu, kami juga mendorong BPN untuk mempercepat pemecahan sertifikat tanah,” tegasnya.

Selain itu, komunikasi intensif terus dilakukan dengan stakeholder perumahan, mulai dari pengembang hingga perbankan, guna mempercepat realisasi pembangunan.

Pada Rakor Akad Massal di Bogor, Jawa Tengah menjadi salah satu provinsi dengan jumlah akad massal terbanyak.

“Di Jateng ada 7 titik lokasi akad massal KPR FLPP dan serah terima kunci rumah. Jumlah ini menempatkan Jateng di posisi kedua terbanyak setelah Jawa Barat dengan 8 titik. Ini bukti nyata komitmen Pemprov Jateng dalam memenuhi kebutuhan hunian masyarakat,” ujarnya.

Berdasarkan data Dinas Perumahan dan Permukiman Jateng, hingga 29 September 2025, total rumah subsidi yang terealisasi di Jawa Tengah mencapai 15.920 unit di 33 kabupaten/kota. Angka ini akan terus ditingkatkan untuk mencapai target pemerintah pusat sebanyak 350.000 unit.

Program Pro Rakyat: RTLH dan TLEO

Selain program FLPP, Pemprov Jateng juga menggulirkan berbagai program untuk membantu masyarakat kurang mampu memiliki rumah layak huni.

“Di Jateng, ada program renovasi Rumah Tidak Layak Huni (RTLH) dan program Tuku Lemah Entuk Omah (TLEO). Artinya, warga kurang mampu yang punya tanah akan dibangunkan rumah oleh pemerintah. Untuk RTLH, hingga saat ini sudah mencapai lebih dari 17 ribu unit yang diperbaiki, dan ini merupakan yang terbesar di Indonesia,” papar Gus Yasin.

Ia menegaskan, seluruh program perumahan di Jawa Tengah bermuara pada misi besar Pemprov Jateng bersama Gubernur Ahmad Luthfi, yaitu Satu KK Satu Rumah Layak Huni.

“Target ini bukan hanya soal jumlah rumah, tapi juga tentang memberikan kepastian tempat tinggal layak bagi setiap keluarga di Jawa Tengah,” tandasnya.(KS01)

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: KS1

Tags

Terkini

X