Jumat, 12 Juni 2026

Berantas Judol, Kementerian Komdigi Siap Operasikan Sistem SAMAN Oktober 2025

Photo Author
KS1, KlikSoloNews.com
- Minggu, 21 September 2025 | 08:30 WIB
Berantas Judol, Kementerian Komdigi Siap Operasikan Sistem SAMAN Oktober 2025. (KlikSolonews/dok)
Berantas Judol, Kementerian Komdigi Siap Operasikan Sistem SAMAN Oktober 2025. (KlikSolonews/dok)

JAKARTA, KLIKSOLONEWS.COM – Kementerian Komunikasi dan Digital (Komdigi) memastikan bahwa Sistem Analisis dan Monitoring (SAMAN) siap beroperasi penuh mulai Oktober 2025. Sistem ini dirancang untuk memperkuat upaya pemberantasan judi online (judol) di Indonesia.

Direktur Jenderal Pengawasan Ruang Digital, Alexander Sabar, menyatakan bahwa SAMAN akan mulai berjalan penuh setelah masa piloting selama setahun. Evaluasi internal dan masukan dari penyelenggara platform digital menjadi dasar penyempurnaan sistem ini.

“Dengan masukan dari para penyelenggara platform digital dan evaluasi internal, kami berharap sistem ini dapat berjalan dengan baik, menutup celah-celah yang ada dan bulan depan sistem SAMAN bisa berjalan secara penuh,” ujar Alexander di Jakarta, Rabu 17 September 2025.

Alexander menegaskan bahwa judi online memiliki dampak serius terhadap masyarakat. “Mulai dari hancurnya keluarga, hilangnya harta benda, hingga runtuhnya masa depan generasi muda,” tambahnya.

Data Kementerian Komdigi menunjukkan bahwa sejak 20 Oktober 2024 hingga 16 September 2025, lebih dari 2,8 juta konten negatif telah ditindak, di mana 2,1 juta di antaranya adalah konten perjudian. Angka ini mencerminkan besarnya ancaman di ruang digital Indonesia.

Alexander juga menekankan bahwa langkah tegas ini tidak membatasi ruang demokrasi. “Kritik, aspirasi, dan ekspresi harus tetap hidup. Yang kami tindak tegas adalah konten ilegal dan berbahaya, khususnya judi online,” jelasnya.

Kementerian Komdigi mengajak masyarakat untuk berperan aktif dengan melaporkan konten judi online melalui kanal resmi pemerintah.

“Dengan kolaborasi pemerintah, platform digital, dan masyarakat, ruang digital Indonesia dapat terjaga sebagai ruang yang sehat, produktif, dan mendukung kemajuan bangsa,” pungkas Alexander.(ks01)

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: KS1

Tags

Terkini

X