Sabtu, 13 Juni 2026

Bijak Bermedsos, Polda Jateng Ingatkan Warga agar Tak Mudah Terprovokasi Konten Online

Photo Author
KS1, KlikSoloNews.com
- Sabtu, 20 September 2025 | 10:30 WIB
Bijak Bermedsos, Polda Jateng Ingatkan Warga Agar Tak Mudah Terprovokasi Konten Online. (KlikSoloNews/dok AI)
Bijak Bermedsos, Polda Jateng Ingatkan Warga Agar Tak Mudah Terprovokasi Konten Online. (KlikSoloNews/dok AI)

SEMARANG. KLIKSOLONEWS.COM – Polda Jawa Tengah (Polda Jateng) mengingatkan masyarakat agar lebih bijak dalam menggunakan media sosial.

Hal ini menyusul maraknya kasus kerusuhan di sejumlah wilayah yang dipicu oleh konten provokatif dan ajakan anarkis di dunia maya.

Dalam konferensi pers di Gedung Borobudur Mapolda Jateng, Jumat 19 September 2025, Wakapolda Jateng Brigjen Pol Latif Usman menuturkan sebagian besar pelaku kerusuhan yang diamankan masih berusia anak-anak.

“Peristiwa ini sangat memprihatinkan karena mayoritas pelaku justru anak-anak. Ini tanggung jawab kita bersama, baik Polri maupun masyarakat, untuk menjaga keamanan Jawa Tengah,” ujar Latif.

Dirreskrimum Polda Jateng, Kombes Pol Dwi Subagio, menegaskan ruang digital tidak seharusnya menjadi tempat provokator memengaruhi generasi muda. Ia berharap peran orang tua, sekolah, dan tokoh masyarakat semakin aktif dalam mendampingi anak-anak.

“Ke depan kami akan bekerja sama dengan dinas komunikasi dan pihak terkait untuk mengawasi konten provokatif di media sosial,” jelasnya.

Kapolrestabes Semarang, Kombes Pol M Syahduddi, menambahkan sejumlah kasus anarkis, termasuk pembakaran mobil di DPRD Jateng dan perusakan Pos Polisi di Simpang Lima, dilakukan pelaku setelah terprovokasi dari konten yang mereka baca di media sosial maupun grup WhatsApp.

“Sebagian besar tersangka mengaku terprovokasi setelah membaca ajakan anarkis. Perannya beragam, mulai dari melempar batu hingga membakar kendaraan,” ungkap Syahduddi.

Kabid Humas Polda Jateng, Kombes Pol Artanto, menekankan pentingnya strategi komunikasi publik yang positif.

Polisi akan menggandeng tokoh agama, masyarakat, dan akademisi untuk memberikan edukasi serta narasi moral di ruang digital.

“Kami ingin media sosial menjadi ruang sehat, bukan sumber kebencian. Karena itu, kami berkomitmen memperbanyak pesan-pesan positif agar masyarakat tidak mudah terprovokasi,” tegasnya.

Dengan langkah ini, Polda Jateng berharap ruang digital di Indonesia, khususnya di Jawa Tengah, dapat dimanfaatkan untuk hal-hal produktif dan mendukung terciptanya keamanan serta ketertiban masyarakat.(ks01)

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: KS1

Tags

Terkini

X