Sabtu, 13 Juni 2026

Kasus Korupsi Laptop Chromebook: Hotman Paris Siap Buktikan Nadiem Tidak Bersalah, Begini Jawaban Istana

Photo Author
KS1, KlikSoloNews.com
- Senin, 8 September 2025 | 09:30 WIB
Kasus Korupsi Laptop Chromebook: Hotman Paris Siap Buktikan Nadiem Tidak Bersalah, Begini Jawaban Istana. (KlikSoloNews/dok)
Kasus Korupsi Laptop Chromebook: Hotman Paris Siap Buktikan Nadiem Tidak Bersalah, Begini Jawaban Istana. (KlikSoloNews/dok)

JAKARTA, KLIKSOLONEWS.COM – Pengacara kondang Hotman Paris Hutapea angkat bicara terkait penetapan tersangka mantan Mendikbud Nadiem Makarim Kejaksaan Agung (Kejagung) dalam kasus dugaan korupsi pengadaan laptop Chromebook di Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Kemendikbudristek).

Dalam pernyataannya, Hotman Paris bahkan menyinggung Presiden Prabowo Subianto. Ia mengaku siap membuktikan bahwa kliennya, Nadiem, tidak terlibat korupsi sebagaimana dituduhkan Kejagung.

“Klien saya tidak bersalah. Kami siap membuktikannya. Kami juga memohon agar Presiden Prabowo memanggil pihak Kejagung dan melakukan gelar perkara di Istana,” ujar Hotman.

Nadiem Makarim ditetapkan sebagai tersangka berdasarkan Pasal 2 ayat (1) atau Pasal 3 jo. Pasal 18 UU Nomor 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi sebagaimana diubah dengan UU Nomor 20 Tahun 2001 jo. Pasal 55 ayat (1) ke-1 KUHP.

Kejagung menduga adanya penyalahgunaan kewenangan dalam proyek pengadaan laptop Chromebook untuk sekolah yang nilainya mencapai triliunan rupiah.

Istana Angkat Bicara

Menanggapi pernyataan Hotman Paris yang membawa-bawa nama Presiden Prabowo, Kepala Kantor Komunikasi Kepresidenan, Hasan Nasbi menegaskan pemerintah tidak akan melakukan intervensi.

“Kita serahkan kepada proses hukum saja. Pemerintah tidak intervensi proses hukum,” kata Hasan pada Minggu 7 September 2025.

Hasan menambahkan, Presiden Prabowo konsisten mendukung supremasi hukum dan menyerahkan sepenuhnya kasus ini kepada Kejaksaan Agung.

Kasus korupsi pengadaan laptop Chromebook di Kemendikbudristek ini menjadi sorotan publik karena melibatkan nama besar seperti Nadiem Makarim, yang sebelumnya dikenal sebagai pendiri Gojek dan Menteri di era Presiden Joko Widodo (Jokowi).

Meski begitu, pihak kuasa hukum menegaskan akan membuktikan fakta sebenarnya di persidangan. Sementara itu, pemerintah meminta semua pihak menghormati proses hukum yang sedang berjalan.(KS01)

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: KS1

Tags

Terkini

X