Jumat, 12 Juni 2026

Pesan Menyejukkan Tokoh Budaya Solo: Hentikan Aksi Anarkis, Ingatkan Harmoni Kota Bengawan

Photo Author
KS1, KlikSoloNews.com
- Selasa, 2 September 2025 | 22:36 WIB
Pesan Menyejukan Tokoh Budaya Solo: Hentikan Aksi Anarkis, Ingatkan Harmoni Kota Bengawan. (KlikSolonews/Adhirajasa)
Pesan Menyejukan Tokoh Budaya Solo: Hentikan Aksi Anarkis, Ingatkan Harmoni Kota Bengawan. (KlikSolonews/Adhirajasa)

SOLO, KLIKSOLONEWS.COM – Kerusuhan yang mewarnai unjuk rasa pada Jumat 30 Agustus 2025, menuai kecaman keras dari tokoh budaya Solo, Dr BRM Kusumo Putro SH MH.

Ia menilai tindakan perusakan fasilitas umum tidak hanya merugikan masyarakat, tetapi juga melukai identitas Solo sebagai kota budaya yang menjunjung tinggi nilai harmoni.

Menurut Kusumo, aksi anarkis yang merusak taman kota, pos polisi, hingga bagian Gedung DPRD Solo sama sekali tidak mencerminkan penyampaian aspirasi. Baginya, tindakan itu justru mempermalukan wajah Solo di hadapan publik.

“Itu bukan aspirasi, itu perusakan! Itu penghinaan terhadap kota kita,” tegas Kusumo saat menyampaikan sikapnya, Selasa 2 September 2025.

Kusumo menilai insiden tersebut sebagai bentuk pengkhianatan terhadap kebersamaan yang selama ini terjalin di Solo lintas etnis, agama, dan budaya. Ia menegaskan, Solo adalah rumah bersama yang dibangun dengan susah payah, bukan arena konflik.

“Solo dibangun dengan kerja keras banyak pihak untuk bisa hidup berdampingan. Tapi hanya dalam semalam, citra itu hampir hancur,” ungkapnya dengan nada prihatin.

Ia pun mengingatkan, jika kejadian serupa kembali terulang, warga Solo tidak akan tinggal diam.

Selain menyoroti tindakan massa, Kusumo juga mengingatkan aparat kepolisian agar tidak menggunakan pendekatan represif saat menghadapi demonstrasi. Ia menekankan pentingnya penanganan yang humanis agar tidak menambah luka di tengah masyarakat.

“Polisi jangan gunakan kekerasan. Tangani dengan bijak, jangan sampai menyakiti rakyat,” pintanya.

Kepada pemerintah, Kusumo menegaskan perlunya langkah nyata, bukan sekadar pernyataan kutukan. Ia mendorong adanya evaluasi dan pembenahan di lembaga pemerintahan, termasuk DPR, untuk meredam potensi kemarahan publik di masa mendatang.

“Pemerintah jangan cuma bicara. Lakukan introspeksi. Kalau ada kesalahan di instansi, segera perbaiki sebelum rakyat kembali marah,” pungkasnya. (KS01)

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: KS1

Tags

Terkini

X