Jumat, 12 Juni 2026

Aksi Mahasiswa Soloraya di DPRD Solo Bikin Adem: Duduk Bersama Wakil Rakyat, Sampaikan Tuntutan Tanpa Anarki

Photo Author
KS1, KlikSoloNews.com
- Senin, 1 September 2025 | 19:30 WIB
Aksi Mahasiswa Soloraya di DPRD Solo Bikin Adem: Duduk Bersama Wakil Rakyat, Sampaikan Tuntutan Tanpa Anarki. (KlikSoloNews/Adhirajasa)
Aksi Mahasiswa Soloraya di DPRD Solo Bikin Adem: Duduk Bersama Wakil Rakyat, Sampaikan Tuntutan Tanpa Anarki. (KlikSoloNews/Adhirajasa)

SOLO, KLIKSOLONEWS.COM – Aksi unjuk rasa ratusan mahasiswa dari berbagai kampus di Soloraya berlangsung berbeda pada Senin 1 September 2024, sore.

Tidak ada barikade kawat berduri maupun jarak tegang antara massa dan wakil rakyat. Sebaliknya, anggota DPRD Kota Solo, Kapolresta Surakarta Kombes Pol Catur Cahyono Wibowo, dan Dandim 0735/Surakarta Letkol Inf Fictor J Sutomorang memilih duduk lesehan bersama mahasiswa di ruas Jalan Adi Sucipto, tepat di depan gedung dewan.

Sejak pukul 15.00 WIB, mahasiswa mulai berdatangan membawa poster, spanduk, dan bendera organisasi. Orasi bergema secara bergantian di depan kantor dewan, menyoroti berbagai isu nasional, kebijakan pemerintah, hingga dugaan tindakan represif aparat di lapangan.

Sekitar pukul 16.00 WIB, suasana berubah lebih cair ketika anggota DPRD Kota Solo keluar dan bergabung duduk bersama mahasiswa. Mereka mendengarkan aspirasi tanpa menyela, memberi ruang penuh kepada para orator.

Koordinator BEM Soloraya sekaligus Ketua BEM Universitas Surakarta (Unsa), Ridwan Nur Widayat, menegaskan kritik mahasiswa kali ini ditujukan langsung kepada Presiden Prabowo.

“Kami di sini seluruh mahasiswa menyatukan pandangan bahwa benang merah persoalan ada di Presiden Prabowo. Beliau harus bertanggung jawab atas kondisi bangsa. Apalagi di awal pemerintahan sudah ada kebijakan yang menurut kami tidak sesuai kebutuhan masyarakat,” tegas Ridwan.

Ia juga menyinggung soal aparat keamanan. “Kami ingin keamanan yang nyata, bukan sekadar wacana. DPRD juga jangan hanya menjadi penonton, tetapi benar-benar menindaklanjuti aspirasi mahasiswa,” tambahnya.

Dalam aksinya, mahasiswa menyampaikan 12 poin tuntutan, di antaranya Presiden bertanggung jawab atas kondisi bangsa, DPR RI dan DPRD menjalankan fungsi sesuai konstitusi, Reformasi total sistem di DPR RI, Penghentian tindakan represif aparat, Penyusunan undang-undang sesuai kebutuhan masyarakat, dan Tidak membenturkan masyarakat dengan masyarakat.

Suasana Kondusif Meski Ada Aksi Bakar Ban

Sekitar pukul 17.30 WIB, sempat terjadi pembakaran ban di depan kantor dewan. Asap hitam mengepul, namun situasi tetap terkendali dan tidak berujung ricuh.

Ketua DPRD Kota Solo, Budi Prasetyo, menyambut positif aspirasi mahasiswa. Ia berjanji akan meneruskan seluruh tuntutan kepada pemerintah pusat dan DPR RI.

“Tuntutan teman-teman mahasiswa akan kita sampaikan ke Presiden dan DPR RI. Selain itu, kita juga membuka ruang diskusi lebih intens dengan BEM Soloraya. Ada 12 poin tuntutan, beberapa bisa langsung ditangani di level komisi, sementara lainnya menunggu proses di pemerintah pusat,” ujar Budi.

-
Aksi Mahasiswa Soloraya di DPRD Solo Bikin Adem: Duduk Bersama Wakil Rakyat, Sampaikan Tuntutan Tanpa Anarki. (KlikSoloNews/Adhirajasa)

Sementara itu, Kapolresta Surakarta, Kombes Pol Catur Cahyono Wibowo, mengapresiasi jalannya aksi unjuk rasa ratusan mahasiswa dari berbagai kampus di Soloraya yang digelar di depan Gedung DPRD Kota Solo. Aksi tersebut berlangsung dengan tertib dan damai tanpa insiden berarti.

Menurut Catur, mahasiswa mampu menunjukkan kedewasaan dalam menyampaikan aspirasi. Meski sempat terjadi aksi bakar ban, situasi secara keseluruhan tetap kondusif dan tidak berujung ricuh.

“Kami sangat mengapresiasi adik-adik mahasiswa yang sudah menyampaikan pendapat secara tertib, aman, dan lancar. Inilah bentuk demokrasi yang sehat, di mana aspirasi bisa disuarakan tanpa harus menimbulkan kerusuhan,” ujarnya usai aksi.

Berbeda dari aksi-aksi sebelumnya, kali ini Kapolresta Surakarta bersama anggota DPRD Solo dan Dandim 0735/Surakarta turut duduk lesehan bersama mahasiswa di ruas Jalan Adi Sucipto. Hal itu dilakukan sebagai bentuk keterbukaan dan kesediaan aparat untuk mendengar langsung suara mahasiswa.

“Polri hadir bukan untuk menghadang, tetapi memastikan kegiatan penyampaian aspirasi bisa berjalan dengan baik. Kami juga berterima kasih karena mahasiswa mau menjaga Solo tetap kondusif,” tambah Catur.

Aksi kali ini meninggalkan kesan berbeda: mahasiswa dan wakil rakyat duduk sejajar di jalan, mendiskusikan masa depan bangsa. Meski aspirasi mereka belum tentu segera terjawab, pertemuan ini membuka ruang dialog yang lebih terbuka antara mahasiswa, dewan, dan aparat.(KS01)

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: KS1

Tags

Terkini

X