Jumat, 12 Juni 2026

Tangis Haru di Mapolresta: Penyesalan Anak-anak yang Terlibat Aksi Anarkisme di Solo, Mengaku Menyesal di Kaki Orang Tua

Photo Author
KS1, KlikSoloNews.com
- Minggu, 31 Agustus 2025 | 16:50 WIB
Tangis Haru di Mapolresta: Penyesalan Anak-anak yang Terlibat Aksi Anarkisme di Solo, Mengaku Menyesal di Kaki Orang Tua. (KlikSoloNews/Adhirajasa)
Tangis Haru di Mapolresta: Penyesalan Anak-anak yang Terlibat Aksi Anarkisme di Solo, Mengaku Menyesal di Kaki Orang Tua. (KlikSoloNews/Adhirajasa)

SOLO, KLIKSOLONEWS.COM – Suasana haru menyelimuti Lobi Mapolresta Surakarta pada Minggu 31 Agustus 2025, siang. Kursi-kursi yang disiapkan pihak kepolisian dipenuhi orang tua yang menunggu anak-anak mereka.

Para orang tua ini dipanggil ke Mapolresta Surakarta untuk menjemput anak-anaknya yang sebelumnya diamankan karena terlibat dalam aksi anarkisme di Kota Bengawan.

Ketika pintu ruang pemeriksaan Unit Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA) Satreskrim terbuka, satu per satu anak keluar. Tangis pun pecah.

Mereka bergegas menghampiri orang tua masing-masing, bersimpuh, dan sungkem di kaki ayah atau ibunya. Adegan itu menghadirkan campuran rasa lega, sedih, sekaligus penyesalan mendalam.

Sri Sumarni, seorang ibu paruh baya asal Banyudono, Boyolali, tak kuasa menahan air mata. Ia mengaku kaget ketika mendapati putranya, ikut diamankan polisi.

-
Tangis Haru di Mapolresta: Penyesalan Anak-anak yang Terlibat Aksi Anarkisme di Solo, Mengaku Menyesal di Kaki Orang Tua. (KlikSoloNews/Adhirajasa)

“Dia pamitnya cuma mau ngopi sama teman. Saya ingatkan lewat WA, jangan ikut-ikut demo. Jawabnya ‘delok ma, sebentar’. Saya sudah tidak enak hati,” tutur Sumarni lirih.

Beberapa jam kemudian, kabar mengejutkan datang. Anak keduanya memberi tahu bahwa sang putra telah diamankan di Polresta.

“Kaget sekali saya. Langsung saya tinggalkan pekerjaan dan ke sini,” ujarnya.

Bagi para orang tua, pengalaman pahit ini menjadi cambuk berharga. “Sudah saya nasihati, jangan ikut-ikutan lagi. Saya akan lebih ketat mengawasi,” ujar Sumarni, sambil menggenggam tangan putranya erat.

Penyesalan anak-anak

A mengaku menyesal. Ia mengaku hanya ikut-ikutan teman tanpa tahu konsekuensi besar yang menanti.

“Awalnya cuma jalan-jalan, lihat kerumunan di depan DPRD. Terus ikut. Menyesal, nggak akan ikut lagi. Saya juga nggak ikut melempar atau merusak, cuma nonton,” ucapnya sambil menunduk.

Penyesalan serupa juga terlihat dari raut wajah puluhan anak lain yang ikut diamankan. Mayoritas mereka masih duduk di bangku SMP dan SMA, bahkan ada yang putus sekolah.

-
Tangis Haru di Mapolresta: Penyesalan Anak-anak yang Terlibat Aksi Anarkisme di Solo, Mengaku Menyesal di Kaki Orang Tua. (KlikSoloNews/Adhirajasa)

Kapolresta Surakarta Kombes Pol Catur Cahyono Wibowo menyebut, total ada 65 anak yang diamankan akibat aksi anarkisme pada Jumat 29 Agustus 2025. Dari jumlah itu, hanya satu yang diproses hukum karena kedapatan membawa senjata tajam.

“Yang lain kita bina, kita pulangkan ke orang tua. Ini jadi peringatan bagi orang tua, guru, dan masyarakat untuk lebih mengawasi anak-anak kita. Jangan sampai mereka terprovokasi,” tegas Catur.

"Rata-rata bukan dari Kota Solo, melainkan dari daerah lain yang masuk ke Solo untuk ikut-ikutan aksi anarkisme," tambah Catur.

Ia menambahkan, pihak kepolisian akan menggandeng sekolah dan tokoh masyarakat untuk memastikan peristiwa serupa tidak terulang.

“Ayo kita jaga Solo bersama. Anak-anak ini generasi penerus yang seharusnya diarahkan ke hal positif, bukan terjerumus aksi anarkisme,” ujarnya. (KS01)

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: KS1

Tags

Terkini

X