JAKARTA, KLIKSOLONEWS.COM – Kasus penculikan dan pembunuhan yang menewaskan Mohamad Ilham Pradipta (37), Kepala Cabang Pembantu (KCP) Bank BRI Cempaka Putih, kini memasuki babak baru.
Polda Metro Jaya menetapkan Dwi Hartono sebagai dalang intelektual dalam aksi kriminal yang menggemparkan publik ini.
Penetapan status tersangka bagi Dwi mengejutkan banyak pihak. Sosok yang sebelumnya dikenal luas sebagai pengusaha, motivator bisnis, sekaligus pendiri platform edukasi digital itu kini harus menghadapi jerat hukum berat.
Profil Dwi Hartono
Lahir di Rimbo Bujang, Kabupaten Tebo, Jambi, Dwi tumbuh dari keluarga sederhana namun sukses membangun berbagai lini bisnis. Ia terjun ke sektor perdagangan, properti, fashion, hingga teknologi digital.
Salah satu karyanya yang cukup populer adalah “Guruku”, layanan bimbingan belajar online dengan sistem berlangganan sekitar Rp400 ribu per tahun. Selain itu, ia juga mendirikan PT Hart, perusahaan di bidang perdagangan umum dan pengembangan software.
Lewat seminar dan komunitas bisnis “Klan Hartono”, Dwi berhasil meraih lebih dari 160 ribu pengikut di media sosial.
Figur publik yang kerap membagikan motivasi tentang kerja keras dan kesuksesan ini pun tak lepas dari sorotan ketika namanya terseret ke kasus kriminal berat.
Dwi Hartono Salah Satu Tersangka
Diberitakan sebelumnya, polisi kembali mengungkap identitas salah satu aktor intelektual di balik kasus penculikan dan pembunuhan Mohamad Ilham Pradipta, Kepala Cabang Bank di Jakarta. Sosok tersebut ternyata seorang pengusaha bimbingan belajar (bimbel) online bernama DH alias Dwi Hartono.
Kabid Humas Polda Metro Jaya, Kombes Ade Ary Syam Indradi, membenarkan DH bukan sekadar pelaku biasa, melainkan termasuk dalam otak penculikan yang telah merenggut nyawa korban.
“Benar, DH adalah seorang pengusaha bimbel online. DH merupakan salah satu dari aktor intelektual penculikan,” kata Ade Ary kepada wartawan, Selasa 26 Agustus 2025.
Sebelumnya, Subdit Jatanras Ditreskrimum Polda Metro Jaya berhasil menangkap empat orang yang diduga menjadi otak penculikan Mohamad Ilham Pradipta. Keempatnya kini resmi ditetapkan sebagai tersangka.
“Benar, 4 orang otak penculikan telah diamankan dan telah ditetapkan sebagai tersangka,” tegas Ade Ary.
Para tersangka berinisial C, DH, YJ, dan AA. Polisi menangkap DH, YJ, dan AA di Solo, Jawa Tengah pada 23 Agustus malam. Sementara tersangka C diringkus sehari kemudian, 24 Agustus sore, di kawasan Pantai Indah Kapuk (PIK), Jakarta Utara.
Kasus ini mencuat setelah Mohamad Ilham Pradipta, Kacab Bank BRI di Jakarta, dilaporkan hilang dan kemudian ditemukan tewas usai menjadi korban penculikan.
Penyelidikan intensif dilakukan hingga akhirnya polisi berhasil membongkar dalang di balik aksi keji tersebut. (KS01)