Sabtu, 13 Juni 2026

Kasus OTT KPK: Kondisi Kesehatan Wamenaker Immanuel Ebenezer Tiba-tiba Menurun Drastis

Photo Author
KS1, KlikSoloNews.com
- Jumat, 22 Agustus 2025 | 11:48 WIB
Kasus OTT KPK: Kondisi Kesehatan Wamenaker Immanuel Ebenezer Tiba-tiba Menurun Drastis. (KlikSoloNews/dok)
Kasus OTT KPK: Kondisi Kesehatan Wamenaker Immanuel Ebenezer Tiba-tiba Menurun Drastis. (KlikSoloNews/dok)

JAKARTA, KLIKSOLONEWS.COM – Wakil Menteri Ketenagakerjaan (Wamenaker) Immanuel Ebenezer atau akrab disapa Noel Ebenezer dikabarkan tengah menjalani perawatan intensif di rumah sakit setelah ditangkap Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) dalam operasi tangkap tangan (OTT) pada Kamis 21 Agustus 2025.

Menurut informasi dari sumber internal, kondisi kesehatan Noel mendadak menurun akibat lonjakan kadar gula darah yang cukup drastis. Foto yang beredar di publik menunjukkan Noel sedang penanganan medis intensif di sebuah ruang perawatan.

Sebelumnya, pada awal Juli 2025, Noel sempat terlihat melakukan terapi pijat listrik di kantor bersama tim media untuk menjaga kebugaran tubuhnya. Namun, kondisi terbarunya justru memburuk setelah peristiwa OTT tersebut.

Menteri Ketenagakerjaan Yassierli menyebut kasus ini sebagai “bom waktu” bagi institusi yang ia pimpin. Ia menegaskan pihaknya akan bersikap tegas terhadap setiap pelanggaran integritas di lingkungan Kementerian Ketenagakerjaan.

“Semua pejabat Kemnaker, termasuk saya, sudah menandatangani pakta integritas antikorupsi. Jika ada yang terbukti melanggar, mereka siap dicopot,” ujar Yassierli dalam konferensi pers, Kamis malam.

Ia juga menambahkan bahwa pakta integritas tersebut bukan hanya diberlakukan bagi pejabat internal, tetapi juga bagi lebih dari 1.000 perusahaan jasa Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) di Indonesia.

Tujuannya untuk menekan potensi praktik suap, gratifikasi, maupun pemerasan dalam layanan sertifikasi dan pelayanan publik lainnya.

Sebagai langkah pencegahan, Kemnaker kini memperketat pengawasan dan mempercepat rotasi jabatan bagi pegawai yang sudah lebih dari empat tahun menduduki satu posisi.

Kebijakan ini diharapkan dapat meningkatkan profesionalisme dan menutup celah terjadinya penyalahgunaan wewenang.(KS01)

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: KS1

Tags

Terkini

X