Jumat, 12 Juni 2026

Syahdu di Kaki Merbabu, Warga Kalitengah Boyolali Rayakan HUT RI ke-80 dari Cosplay Pahlawan hingga Drama Kolosal

Photo Author
KS1, KlikSoloNews.com
- Senin, 18 Agustus 2025 | 19:15 WIB
Syahdu di Kaki Merbabu, Warga Kalitengah Boyolali Rayakan HUT RI ke-80 dari Cosplay Pahlawan hingga Drama Kolosal. Cosplay pahlawan perempuan. Terlihat foto Ny Ahmad Dahlan salah satu sosok perempuan penting dalam Kemerdekaan RI. (KlikSoloNews/dok)
Syahdu di Kaki Merbabu, Warga Kalitengah Boyolali Rayakan HUT RI ke-80 dari Cosplay Pahlawan hingga Drama Kolosal. Cosplay pahlawan perempuan. Terlihat foto Ny Ahmad Dahlan salah satu sosok perempuan penting dalam Kemerdekaan RI. (KlikSoloNews/dok)

BOYOLALI, KLIKSOLONEWS.COM – Warga Boyolali merayakan HUT RI ke-80 dengan drama kolosal, cosplay pahlawan perempuan, Tari Saman, hingga pentas budaya. Puncak acara berlangsung khidmat di kaki Gunung Merbabu.

Puncak HUT ke-80 Kemerdekaan Republik Indonesia di Boyolali berlangsung syahdu dan meriah.

Ratusan warga memadati gedung baru berkapasitas ratusan orang di Dukuh Kalitengah, Desa Kaligentong, Kecamatan Gladagsari, Kabupaten Boyolali, untuk menyaksikan penampilan seni dan budaya yang digelar oleh Karang Taruna Tunas Bhakti, Gotong Royong, dan Dasa Wisma (Dawis).

Dinginnya udara pegunungan Merbabu tak menyurutkan semangat anak-anak, pemuda, hingga ibu-ibu yang menampilkan beragam pertunjukan seperti drama kolosal kemerdekaan, cosplay pahlawan perempuan, Tari Saman, dolanan anak, hingga musik keroncong.

Penampilan utama malam itu adalah drama kolosal bertema perjuangan tahun 1945. Mulai dari anak-anak TK hingga SMA berperan dengan penuh penghayatan: ada yang membawa bambu runcing, memerankan pejuang melawan Jepang dan Belanda, hingga tokoh-tokoh penting menuju Proklamasi Kemerdekaan.

“Lihat penampilan pertama sudah memukau. Potensi anak-anak ternyata luar biasa dalam seni dan budaya,” ujar Heru, salah satu warga yang hadir.

Ketua Panitia, Deri Novito Hermawan menegaskan acara ini bukan sekadar hiburan, melainkan bentuk rasa syukur, penghormatan kepada pahlawan, dan media pendidikan bagi generasi muda.

“Drama kolosal membawa pesan semangat perjuangan melawan penjajah. Ini cara efektif agar anak-anak mengenal sejarah kemerdekaan,” jelasnya.

Selain drama, penampilan Tari Saman dari Aceh juga memukau penonton. Sembilan ibu-ibu Dawis 1 tampil kompak setelah berlatih intens setiap malam selama sebulan penuh.

“Gerakannya harus serempak. Maka kami sampai menghadirkan pelatih khusus Tari Saman,” ungkap Nur Aini, Ketua Dawis Elang 1.

Cosplay Pahlawan Perempuan

Acara juga semakin berkesan dengan adanya cosplay pahlawan perempuan. Warga menampilkan tokoh-tokoh inspiratif seperti RA Kartini, Cut Nyak Dien, Dewi Sartika, Fatmawati, hingga Hj Rasuna Said. Kehadiran mereka mengingatkan bahwa perjuangan kemerdekaan tidak terlepas dari peran penting kaum perempuan.

Ketua Gotong Royong Kalitengah, Mardi Utomo, menambahkan bahwa acara ini lahir dari kekompakan seluruh warga, mulai dari anak-anak, pemuda, hingga orang tua.
“Selain memperingati kemerdekaan, ini juga jadi ajang silaturahmi dan menjaga persatuan. Semangat berjuang dan nilai luhur harus terus dijaga,” ujarnya.

Perayaan HUT RI ke-80 di Boyolali ini menjadi bukti nyata bahwa seni dan budaya bisa menjadi media edukasi sekaligus perekat persatuan.

Dengan drama kolosal, Tari Saman, hingga cosplay pahlawan perempuan, masyarakat bukan hanya merayakan kemerdekaan, tapi juga mewariskan semangat perjuangan kepada generasi muda. (KS01)

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: KS1

Tags

Terkini

X