SRAGEN, KLIKSOLONEWS.COM – Program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Kabupaten Sragen resmi dihentikan sementara setelah terjadi kasus keracunan massal di SDN 4 Gemolong dan SMPN 3 Gemolong. Keputusan ini diambil oleh Pemkab Sragen untuk mencegah insiden serupa terulang.
Bupati Sragen, Sigit Pamungkas, menjelaskan bahwa penghentian distribusi MBG akan dilakukan setidaknya selama dua hari.
“Kita mengambil kebijakan, pendistribusian makan bergizi gratis dari penyedia yang dimungkinkan mengakibatkan keracunan dijeda setidaknya dua hari. Lalu yang kedua, kita melakukan pengobatan kepada korban, kepada siswa-siswa yang diduga terkena keracunan,” ujar Sigit, Rabu 13 Agustus 2025.
Pemkab Sragen juga membentuk Crisis Center dan menyiagakan Puskesmas 24 jam untuk merespons laporan masyarakat terkait kemungkinan gejala keracunan baru.
“Semoga tidak ada laporan tambahan, tapi kita tetap siaga penuh,” tambahnya.
Sampel Makanan Dikirim ke Laboratorium
Sebagai langkah investigasi, sampel makanan dari program MBG telah dikirim ke Laboratorium di Semarang untuk diperiksa.
“Kita harus menunggu hasilnya beberapa waktu nanti. Komunikasi dengan pihak penyedia MBG juga sudah dilakukan, termasuk laporan ke MBG pusat,” jelas Sigit.
Meski insiden ini memicu kekhawatiran, Pemkab Sragen menegaskan bahwa status Kejadian Luar Biasa (KLB) belum diberlakukan.
“Belum, belum kita tetapkan KLB,” pungkas Bupati.
Dengan penghentian sementara program MBG, pemerintah daerah berharap kejadian serupa dapat dihindari, serta memastikan makanan yang diberikan kepada siswa benar-benar aman dikonsumsi. (KS01)