SOLO, KLIKSOLONEWS.COM – Ketua DPC PDIP Solo FX Hadi Rudyatmo menanggapi tiga eks kader PDIP Solo yang bergabung ke PSI. Rudy menyebut langkah mereka sarat ambisi pribadi, bukan ideologi.
Ketua DPC PDIP Kota Solo, FX Hadi Rudyatmo, angkat bicara soal kabar tiga mantan kader PDIP Solo yang kini bergabung ke Partai Solidaritas Indonesia (PSI). Ketiga nama tersebut adalah Ginda Ferachtriawan, Dyah Retno Pratiwi, dan Wawanto.
Menurut Rudy, jika seseorang benar-benar memahami dan menghayati ideologi PDIP, mereka tidak akan berpindah partai. Ia menilai, perpindahan tersebut lebih mengarah pada motivasi pribadi untuk meraih jabatan atau kekuasaan.
"Kalau orang sudah berkiprah di PDIP, dibunuh pun tetap PDIP. Jadi kalau mereka pindah, berarti tujuannya untuk meraih sesuatu. Itu jelas," tegas Rudy, Selasa 12 Agustus 2025.
Rudy juga menyinggung latar belakang Ginda, yang awalnya bukan sosok menonjol di partai. Menurutnya, DPC PDIP Solo dulu memberi kesempatan kepada Ginda karena menghormati ayahnya, meski sang ayah pernah terjerat kasus korupsi. Ginda pun sempat duduk di kursi DPRD Kota Solo selama dua periode, yakni 2014 dan 2019.
Terkait ideologi partai, Rudy mengutip pesan Ketua Umum PDIP Megawati Soekarnoputri. "Kalau tidak suka, ya silakan keluar. Apalagi kalau sudah melanggar aturan partai, itu sudah jelas sikapnya," ujarnya.
Mantan Wali Kota Surakarta dua periode itu menambahkan, ketiga eks kader tersebut tidak pernah masuk dalam struktur DPC PDIP Solo.
Mereka hanya terlibat di tingkat PAC, bahkan tidak aktif. Wawanto, misalnya, hanya menjadi pengurus ranting dan tidak terpilih lagi.
"Bagi saya, kalau mau mengundurkan diri silakan kirim surat ke saya. Tapi surat pemecatan mereka sudah kita kirim ke DPP PDIP," pungkas Rudy.(ks01)