Jumat, 12 Juni 2026

Gen Z Go to Polantas, Cara Satlantas Polresta Surakarta Ajak Gen Z Tertib Lalu Lintas

Photo Author
KS1, KlikSoloNews.com
- Selasa, 5 Agustus 2025 | 21:59 WIB
Gen Z G to Polantas, Cara Satlantas Polresta Surakarta Ajak Gen Z Tertib Lalu Lintas. (KlikSoloNews/Adhirajasa)
Gen Z G to Polantas, Cara Satlantas Polresta Surakarta Ajak Gen Z Tertib Lalu Lintas. (KlikSoloNews/Adhirajasa)

SOLO, KLIKSOLONEWS.COM – Satuan Lalu Lintas (Satlantas) Polresta Surakarta terus menggencarkan edukasi keselamatan berkendara kepada generasi muda.

Kali ini, lewat program bertajuk “Gen Z Go to Polantas”, Satlantas menggandeng pelajar SMA untuk mengenal lebih dekat berbagai aspek terkait lalu lintas.

Sebanyak 30 siswa dari SMA Batik 2 Solo ikut serta dalam kegiatan yang berlangsung pada Selasa 5 Agustus 2025 di Mapolresta Surakarta. Kegiatan dimulai pukul 13.30 WIB, saat para pelajar datang mengenakan seragam sekolah dan disambut oleh anggota Satlantas.

Para peserta diajak menyusuri berbagai fasilitas yang dimiliki Satlantas, mulai dari Traffic Management Center (TMC) yang menjadi pusat pemantauan lalu lintas di Kota Solo, hingga ke Satuan Penyelenggara Administrasi (Satpas), tempat pengurusan surat-surat kendaraan dan SIM.

Mereka juga dikenalkan dengan teknologi modern seperti CCTV pemantau lalu lintas dan sistem ETLE (Electronic Traffic Law Enforcement) yang berbasis AI.

Tak hanya melihat, para pelajar juga diberi kesempatan untuk mencoba langsung simulasi uji praktik pembuatan SIM di arena yang tersedia. Hal ini menjadi pengalaman baru bagi mereka yang selama ini hanya mendengar soal proses pembuatan SIM dari cerita orang lain.

Menurut Kanit Kamsel Satlantas Polresta Surakarta, Iptu Surawan Nurjaya, program ini memang dirancang untuk memberikan pemahaman langsung kepada pelajar terkait sistem lalu lintas dan tata cara mendapatkan SIM secara resmi.

-
Seorang siswa mencoba praktik SIM di Satpas Mapolresta Surakarta dalam program Gen Z Go to Polantas, Selasa 5 Agustus 2025. (KlikSoloNews/Adhirajasa)

“Dengan melihat prosesnya langsung, diharapkan mereka lebih siap dan tidak takut lagi ketika harus mengurus SIM. Apalagi selama ini banyak yang merasa prosesnya rumit,” ujar Iptu Nurjaya.

Ia menambahkan, kegiatan ini akan digelar secara bergiliran untuk sekolah-sekolah lain di Solo, dengan target memperluas jangkauan edukasi kepada kalangan pelajar.

Menurutnya, kelompok usia pelajar tergolong rentan terlibat dalam pelanggaran lalu lintas dan kecelakaan di jalan. Banyak dari mereka yang belum memiliki SIM, namun sudah aktif mengendarai sepeda motor.

“Melalui edukasi ini, kami ingin membentuk kesadaran sejak dini bahwa berkendara itu butuh tanggung jawab, bukan hanya soal bisa mengemudi,” tegasnya.

Salah satu peserta, Bre’raissa Alfaro, mengaku mendapat banyak wawasan baru dari kegiatan tersebut. Ia merasa lebih siap menghadapi proses pembuatan SIM ke depannya.

“Ternyata sistemnya canggih banget, dan tadi kami juga bisa coba tes praktiknya. Jadi bisa tahu harus latihan apa sebelum benar-benar ikut ujian SIM,” ungkapnya.(KS01)

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: KS1

Tags

Terkini

X