Jumat, 12 Juni 2026

37 Ribu Warga Telah Dilayani Program Speling Jateng, 6,7 Persen Terindikasi Gangguan Jiwa

Photo Author
KS1, KlikSoloNews.com
- Jumat, 1 Agustus 2025 | 12:00 WIB
37 Ribu Warga Telah Dilayani Program Speling Jateng, 6,7 Persen Terindikasi Gangguan Jiwa. (KlikSoloNews/dok)
37 Ribu Warga Telah Dilayani Program Speling Jateng, 6,7 Persen Terindikasi Gangguan Jiwa. (KlikSoloNews/dok)

SEMARANG, KLIKSOLONEWS.COM — Program Dokter Spesialis Keliling (Speling) yang digagas Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi telah melayani lebih dari 37 ribu warga di berbagai daerah.

Dari hasil pemeriksaan, sekitar 6,7 persen di antaranya terdeteksi mengalami gangguan kejiwaan, baik kategori ringan, sedang, maupun berat.

Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Jawa Tengah, Yunita Dyah Suminar, menyebut program Speling yang dikombinasikan dengan layanan Cek Kesehatan Gratis (CKG) menjadi langkah efektif mendeteksi kasus-kasus kesehatan jiwa hingga ke pelosok desa.

“Banyak masalah kesehatan jiwa yang sebelumnya tidak terdeteksi. Dengan Speling dan CKG, warga bisa langsung bertemu dokter spesialis, termasuk spesialis kejiwaan,” jelas Yunita saat ditemui di RSJD Dr Amino Gondohutomo, Kamis 31 Juli 2025.

Setiap warga yang mengikuti layanan ini akan menjalani proses skrining awal. Jika ditemukan indikasi gangguan kejiwaan seperti depresi, maka pasien langsung ditangani oleh psikiater di tempat.

Program Speling juga menaruh perhatian serius pada kesehatan mental anak-anak dan remaja. Targetnya, 10 persen dari sasaran program adalah usia 7 tahun ke atas. Sejauh ini, cakupannya telah mencapai 6,3 persen.

Dari hasil di sejumlah sekolah, ditemukan cukup banyak siswa mengalami gangguan kejiwaan. Di salah satu SMA misalnya, dari 150 siswa yang diperiksa, sekitar 30 siswa terindikasi mengalami gangguan mental.

Sebagai langkah pencegahan, Dinas Kesehatan menggulirkan program Mental Health First Aid (MHFA) — pelatihan kepada siswa untuk menjadi pendengar pertama bagi temannya yang mengalami masalah mental, mulai dari tingkat SD hingga SMA.

“Anak sekarang cenderung lebih nyaman curhat ke teman daripada ke orang tua. MHFA ini menjadi pintu masuk deteksi awal,” tambah Yunita.

Faktor penyebab gangguan kejiwaan pada anak, kata Yunita, antara lain minimnya perhatian orang tua karena sibuk dengan gawai, tekanan sosial, dan paparan konten media sosial yang tidak sesuai usia.

Gubernur Jawa Tengah, Ahmad Luthfi, menegaskan bahwa program Speling hadir sebagai jawaban atas keterbatasan akses masyarakat desa terhadap layanan spesialis, termasuk spesialis kejiwaan.

“Masih banyak warga di desa yang tidak tahu harus ke mana saat butuh dokter spesialis. Speling hadir untuk menjangkau mereka,” kata Luthfi.

Program ini didukung penuh oleh jaringan rumah sakit daerah dan swasta, dan telah tersebar di 35 kabupaten/kota. Langkah ini sekaligus menjadi bentuk nyata pelaksanaan kebijakan nasional terkait pelayanan kesehatan gratis, sebagaimana diusung Presiden Prabowo Subianto.(ks01)

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: KS1

Tags

Terkini

X