Sabtu, 13 Juni 2026

Ekonomi Tumbuh, Kemiskinan di Jawa Tengah Turun jadi 9,48 Persen

Photo Author
KS1, KlikSoloNews.com
- Kamis, 31 Juli 2025 | 09:30 WIB
Plt Kepala BPS Jateng, Endang Tri Wahyuningsih. Ekonomi Tumbuh, Kemiskinan di Jawa Tengah Turun jadi 9,48 Persen. (KlikSoloNews/dok Pemprov Jateng)
Plt Kepala BPS Jateng, Endang Tri Wahyuningsih. Ekonomi Tumbuh, Kemiskinan di Jawa Tengah Turun jadi 9,48 Persen. (KlikSoloNews/dok Pemprov Jateng)

SEMARANG, KLIKSOLONEWS.COM — Upaya kolaboratif Pemerintah Provinsi Jawa Tengah dalam menanggulangi kemiskinan membuahkan hasil. Berdasarkan data terbaru Badan Pusat Statistik (BPS), tingkat kemiskinan di Jawa Tengah per Maret 2025 turun menjadi 9,48 persen, dibandingkan 9,58 persen pada September 2024.

Penurunan ini menjadi bukti nyata keberhasilan program lintas sektor yang diinisiasi oleh Gubernur Ahmad Luthfi dan Wakil Gubernur Taj Yasin, serta melibatkan sinergi kuat antara pemerintah pusat, provinsi, dan kabupaten/kota.

“Penurunan ini tidak bisa dicapai secara sektoral. Semua harus bergerak dalam satu data dan satu arah,” ujar Plt Kepala BPS Jateng, Endang Tri Wahyuningsih, Rabu 30 Juli 2025.

Salah satu faktor utama yang mendorong penurunan angka kemiskinan adalah pertumbuhan ekonomi Jawa Tengah pada triwulan I 2025 yang mencapai 1,8 persen, tertinggi kedua secara nasional setelah Maluku Utara.

Sektor industri dan pertanian tercatat sebagai kontributor utama pertumbuhan ekonomi di provinsi ini. Produksi padi meningkat signifikan menjadi 2,94 juta ton gabah kering giling (GKG), dari sebelumnya 2,55 juta ton GKG pada periode yang sama tahun lalu.

“Fokus Pak Gubernur terhadap ketahanan pangan sangat berdampak pada pengendalian inflasi dan menurunnya angka kemiskinan,” lanjut Endang.

Selain pertanian, pertumbuhan ekonomi Jateng turut didorong oleh peningkatan investasi, khususnya lewat pengembangan Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Batang dan Kawasan Industri Kendal. Keduanya mulai memberikan efek positif, termasuk dalam hal penyerapan tenaga kerja dan peningkatan aktivitas ekspor-impor.

“Investasi punya peran besar dalam mengurangi kemiskinan. Lapangan kerja bertambah, ekonomi daerah ikut menggeliat,” jelasnya.

Keberhasilan pengentasan kemiskinan juga ditopang oleh penggunaan Data Tunggal Sosial Ekonomi Nasional (DTSEN) yang terintegrasi dengan Nomor Induk Kependudukan (NIK). Hal ini memastikan bahwa berbagai bantuan sosial dan program pemberdayaan benar-benar menyasar kelompok masyarakat yang paling membutuhkan.

“Pembaruan data secara berkala sangat penting agar program-program lebih responsif dan akurat,” tegas Endang.

Dengan pertumbuhan ekonomi yang terjaga, peningkatan produksi sektor pangan, dorongan investasi, serta pemanfaatan data yang solid, Pemprov Jateng optimistis dapat terus menurunkan angka kemiskinan, termasuk kemiskinan ekstrem.

“Kuncinya adalah pemberdayaan masyarakat dan bantuan yang berkelanjutan. Sinergi dan transparansi data menjadi fondasi menuju Jawa Tengah yang lebih sejahtera,” pungkasnya.(ks01)

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: KS1

Tags

Terkini

X