Jumat, 12 Juni 2026

Taj Yasin Soroti Kasus Gizi di Brebes: 30 Persen Remaja Anemia, Hampir Semua Ibu Hamil Alami Kekurangan Energi Kronis

Photo Author
KS1, KlikSoloNews.com
- Rabu, 30 Juli 2025 | 17:30 WIB
Taj Yasin Soroti Kasus Gizi di Brebes: 30 Persen Remaja Anemia, Hampir Semua Ibu Hamil Alami Kekurangan Energi Kronis. (KlikSoloNews/dok Pemprov Jateng)
Taj Yasin Soroti Kasus Gizi di Brebes: 30 Persen Remaja Anemia, Hampir Semua Ibu Hamil Alami Kekurangan Energi Kronis. (KlikSoloNews/dok Pemprov Jateng)

BREBES, KLIKSOLONEWS.COM – Wakil Gubernur Jawa Tengah Taj Yasin Maimoen memberikan peringatan keras terkait kondisi gizi masyarakat di Kabupaten Brebes, khususnya di Desa Padakaton, Kecamatan Ketanggungan.

Hal ini disampaikannya usai meninjau kegiatan dokter spesialis keliling (Speling) dan Cek Kesehatan Gratis (CKG) dalam rangka Launching Gerakan Rabu Pon, Rabu 30 Juli 2025.

Hasil pemeriksaan mencatat bahwa dari 68 remaja yang diperiksa, 29 orang (sekitar 30%) mengalami anemia.

Sementara dari 13–14 ibu hamil yang menjalani pemeriksaan, 11 di antaranya terindikasi mengalami Kekurangan Energi Kronis (KEK)—suatu kondisi gizi buruk yang bisa berdampak serius pada kesehatan ibu dan janin.

“Ini harus jadi warning bagi kita semua. Kondisi ini sangat rawan mengarah ke stunting jika tidak diawasi dengan ketat,” tegas Taj Yasin.

Ia menekankan bahwa upaya pencegahan stunting tidak bisa dilakukan setelah anak lahir saja, tetapi harus dimulai sejak remaja dan masa kehamilan.

Menurutnya, pendampingan gizi harus dilakukan secara menyeluruh agar siklus kekurangan gizi tidak terus berulang di generasi berikutnya.

“Remaja juga perlu pendampingan. Kita dorong agar remaja putri mendapat perhatian lebih terhadap gizi dan kesehatannya,” tambahnya.

Dalam kegiatan tersebut, masyarakat juga diberikan edukasi gizi dan keanekaragaman pangan lokal. Taj Yasin menegaskan program ini bukan sekadar seremoni menanam tanaman pekarangan, tetapi bertujuan mendorong ketahanan pangan keluarga, termasuk melalui pembagian ayam petelur untuk konsumsi protein.

“Ayam petelur yang dibagikan bukan untuk dijual, tapi untuk memenuhi kebutuhan protein keluarga,” ujarnya.

Sementara itu, Ketua TP PKK Provinsi Jawa Tengah Nawal Arafah Yasin, menyatakan seluruh temuan anemia dan KEK akan ditindaklanjuti secara cepat melalui koordinasi lintas sektor.

“Kami tidak berhenti pada pendataan. Kami segera koordinasi dengan bidan desa dan Dinas Kesehatan untuk penanganan lanjutan,” ujarnya.

Gerakan Rabu Pon sendiri merupakan inisiatif Pemerintah Provinsi Jawa Tengah untuk mengintegrasikan berbagai aspek: gizi keluarga, ketahanan pangan, pemberdayaan perempuan, hingga mitigasi bencana.

Di Brebes, kegiatan ini melibatkan banyak pihak, mulai dari Dinas Kesehatan, OPD Provinsi, BAZNAS, PKK, hingga keterlibatan 35 kabupaten/kota se-Jawa Tengah secara daring.(KS01)

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: KS1

Tags

Terkini

X