Jumat, 12 Juni 2026

Polda Jateng Gelar Rakor Lintas Sektoral, Perkuat Sinergi TNI-Polri-Pemda Tangani Konflik Sosial

Photo Author
KS1, KlikSoloNews.com
- Selasa, 29 Juli 2025 | 08:00 WIB
Polda Jateng Gelar Rakor Lintas Sektoral, Perkuat Sinergi TNI-Polri-Pemda Tangani Konflik Sosial. (KlikSoloNews/dok Polda Jateng)
Polda Jateng Gelar Rakor Lintas Sektoral, Perkuat Sinergi TNI-Polri-Pemda Tangani Konflik Sosial. (KlikSoloNews/dok Polda Jateng)

SEMARANG, KLIKSOLONEWS.COM — Memperkuat sinergi lintas sektoral dan menjaga stabilitas keamanan wilayah, Polda Jawa Tengah menggelar Rapat Koordinasi (Rakor) Lintas Sektoral di Gedung Borobudur Mapolda Jateng, Senin 28 Juli 2025.

Agenda ini menjadi langkah konkret menyamakan persepsi dan strategi antarinstansi dalam penanggulangan konflik sosial di Jawa Tengah.

Rakor dipimpin langsung Kapolda Jateng, Irjen Pol Ribut Hari Wibowo, dan dihadiri sejumlah tokoh penting, antara lain Pangdam IV Diponegoro Mayjen TNI Achiruddin Darojat, serta Kabinda Jateng Brigjen Pol Harseno.

Hadir pula para pejabat utama Polda Jateng, PJU Kodam IV Diponegoro, perwakilan Kesbangpol Provinsi Jawa Tengah, para Kapolres, Danrem, Dandim, hingga Kepala Kesbangpol dari seluruh kabupaten/kota.

Kapolda Jateng dalam sambutannya menekankan bahwa menjaga situasi keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas) adalah tanggung jawab kolektif, bukan hanya aparat keamanan.

“Mari kita jaga Jawa Tengah sebagai rumah kita bersama, agar selalu aman, nyaman, dan penuh kedamaian,” ujar Kapolda Jateng.

Ia menyampaikan damai dan rukun bukan warisan, melainkan hasil kerja sama semua pihak. Menurutnya, potensi konflik harus dideteksi sejak dini melalui komunikasi dan kolaborasi aktif lintas sektoral.

Data menunjukkan, pada tahun 2024 terjadi penurunan gangguan kamtibmas sebesar 8,5% dibandingkan 2023.

Namun, tercatat 27 kasus konflik sosial menonjol, termasuk bentrokan antarormas, perguruan silat, hingga konflik suporter sepak bola. Kasus terbaru di Pemalang menjadi sorotan dan bahan evaluasi.

TNI Siap Bantu Polda Jateng

Pangdam IV Diponegoro, Mayjen TNI Achiruddin Darojat menyampaikan bahwa pihaknya siap mendukung penuh Polda Jateng dalam menjaga keamanan daerah.

“TNI siap memberikan perbantuan kekuatan untuk mendukung penanggulangan konflik dan mewujudkan stabilitas kamtibmas di Jawa Tengah,” tegas Pangdam.

Ia juga menambahkan bahwa tiga pilar utama—TNI, Polri, dan pemerintah daerah—harus terus menjadi garda terdepan dalam mencegah konflik sosial dan menjaga ketertiban masyarakat, terlebih dalam menghadapi dinamika sosial yang terus berkembang.

Kabinda Jawa Tengah Brigjen Pol Harseno menekankan pentingnya deteksi dini dan kolaborasi antarinstansi. Ia menyebut setiap konflik pasti didahului rangkaian kondisi yang dapat dikenali lebih awal.

“Potensi konflik sering kali bermula dari hal kecil, bahkan dari aktivitas di media sosial. Maka kepekaan seluruh unsur sangat dibutuhkan,” ujar Kabinda.

Menurutnya, setiap kepala daerah dan kasatwil harus responsif terhadap perubahan dinamika sosial, agar tindakan antisipatif bisa dilakukan sebelum konflik meluas.

Rakor ini diharapkan dapat membangun sinergitas yang kuat antara TNI, Polri, dan pemerintah daerah, demi menciptakan Jawa Tengah yang aman, rukun, dan bebas konflik sosial.

Dengan semangat kolaborasi, seluruh unsur sepakat menjaga stabilitas bukan hanya tugas aparat keamanan, tetapi tanggung jawab seluruh elemen masyarakat untuk masa depan Jawa Tengah yang lebih damai dan harmonis.(ks01)

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: KS1

Tags

Terkini

X