Jumat, 12 Juni 2026

Realisasi Tahun Infrastruktur, Gubernur Ahmad Luthfi Bangun 9 Sekolah Baru dan Rehab 1.558 Ruang Kelas di Jawa Tengah

Photo Author
KS1, KlikSoloNews.com
- Rabu, 23 Juli 2025 | 18:00 WIB
Realisasi Tahun Infrastruktur, Gubernur Ahmad Luthfi Bangun 9 Sekolah Baru dan Rehab 1.558 Ruang Kelas di Jawa Tengah. (KlikSoloNews/dok Pemprov Jateng)
Realisasi Tahun Infrastruktur, Gubernur Ahmad Luthfi Bangun 9 Sekolah Baru dan Rehab 1.558 Ruang Kelas di Jawa Tengah. (KlikSoloNews/dok Pemprov Jateng)

SEMARANG, KLIKSOLONEWS.COMPemprov Jateng di bawah kepemimpinan Gubernur Ahmad Luthfi dan Wakil Gubernur Taj Yasin Maimoen merealisasikan komitmennya dalam membangun infrastruktur secara masif di tahun pertama masa pemerintahan mereka. Tak hanya infrastruktur jalan, sektor pendidikan menjadi salah satu prioritas utama.

Pada tahun anggaran 2025, Pemprov Jateng membangun 9 sekolah baru dan merehabilitasi 1.558 ruang kelas yang mengalami kerusakan berat. Total anggaran yang digelontorkan untuk sektor pendidikan ini mencapai Rp 381,45 miliar.

“Terus laksanakan, dan kerjakan secara maksimal,” tegas Gubernur Luthfi dalam Rakor Pengendalian Operasional Kegiatan (POK) Triwulan II di Gedung B, Kantor Gubernur Jawa Tengah, Rabu 23 Juli 2025.

Pembangunan infrastruktur juga mencakup sektor jalan dan jembatan, dengan alokasi anggaran mencapai Rp 793,6 miliar. Hingga pertengahan tahun, progres fisik di lapangan menunjukkan tren positif.

Sementara itu, program penyediaan air minum juga terus diperluas. Dari target 2.427 sambungan rumah di 24 desa, hingga akhir Juni telah terealisasi 1.088 sambungan rumah di 12 desa.

Untuk peningkatan kualitas permukiman, program perbaikan Rumah Tidak Layak Huni (RTLH) mengalokasikan anggaran Rp 340 miliar bagi 17.000 unit rumah.

Di sektor kelautan dan perikanan, anggaran sebesar Rp 31,9 miliar digunakan untuk pembangunan breakwater, pengerukan kolam pelabuhan/muara, serta rehabilitasi dermaga di lima Pelabuhan Perikanan Pantai (PPP).

Upaya pelestarian lingkungan juga terlihat dalam inisiatif Mageri Segoro, dengan penanaman 430.000 batang mangrove hingga akhir Juni 2025. Pemerintah optimistis dapat mencapai target 1,5 juta batang hingga akhir tahun.

Program unggulan lain yang menunjukkan hasil konkret adalah Dokter Spesialis Keliling (Speling): Telah menjangkau 33 kabupaten/kota, 247 desa, dan melayani 29.301 warga.

Cek Kesehatan Gratis: Menjangkau 5.037.579 orang atau 97,64% dari total pendaftar. Zilenial Jateng: Diminati generasi muda, dengan 1.422 peserta terdaftar tahun ini.

“Orientasi kerja harus berbasis hasil, bukan hanya proses. Setiap triwulan, termasuk rapat hari ini, harus menjadi momentum untuk mengevaluasi capaian secara konkret,” tegas mantan Kapolda Jateng itu.

Realisasi pendapatan APBD Jateng 2025 hingga 30 Juni mencapai Rp 11,213 triliun, terdiri dari PAD Rp 7,140 triliun, Pendapatan transfer Rp 3,982 triliun, dan Lain-lain pendapatan sah Rp 91,032 miliar.

Stabilitas ekonomi daerah turut tercermin dari laju inflasi Jawa Tengah yang tercatat hanya 2,20% (year on year) per Juni 2025 — mencerminkan kondisi harga yang relatif terkendali.

Gubernur Luthfi menegaskan pentingnya profesionalisme, keterbukaan, dan kolaborasi antarlembaga sebagai kunci penguatan kinerja pembangunan ke depan. (KS01)

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: KS1

Tags

Terkini

X