Sabtu, 13 Juni 2026

Jokowi Penuhi Panggilan Penyidik di Mapolresta Surakarta, Serahkan Ijazah Asli dan Dokumen Pendukung

Photo Author
KS1, KlikSoloNews.com
- Rabu, 23 Juli 2025 | 11:02 WIB
Jokowi Penuhi Panggilan Penyidik di Mapolresta Surakarta, Serahkan Ijazah Asli dan Dokumen Pendukung. (KlikSoloNews/Benediktus Candra)
Jokowi Penuhi Panggilan Penyidik di Mapolresta Surakarta, Serahkan Ijazah Asli dan Dokumen Pendukung. (KlikSoloNews/Benediktus Candra)

SOLO, KLIKSOLONEWS.COM — Presiden ke-7 Republik Indonesia, Joko Widodo (Jokowi), memenuhi panggilan penyidik dan menjalani pemeriksaan di Mapolresta Surakarta, Rabu 23 Juli 202,  terkait laporan dugaan ijazah palsu dan pencemaran nama baik yang sebelumnya ia layangkan ke Polda Metro Jaya.

Pemeriksaan ini menjadi bagian dari proses hukum yang tengah berjalan untuk mengusut penyebaran informasi yang dinilai menyesatkan dan merugikan nama baiknya.

Jokowi tiba di Mapolresta sekitar pukul 10.19 WIB dengan pengawalan ketat. Mengenakan kemeja putih dan celana hitam, ia tampak tenang meski tak memberikan pernyataan langsung kepada media yang hanya diperkenankan mengambil gambar dari jarak jauh.

Kuasa hukum Jokowi, Firmanto Laksana, menyampaikan kliennya datang untuk memberikan keterangan tambahan sekaligus menyerahkan sejumlah dokumen penting, termasuk ijazah asli dari jenjang SD hingga perguruan tinggi.

“Bapak datang hari ini sebagai bentuk komitmen terhadap proses hukum yang sedang berjalan. Kami menyerahkan dokumen-dokumen otentik yang relevan, termasuk ijazah asli dari semua jenjang pendidikan,” ujar Firmanto kepada wartawan usai pemeriksaan.

Menurut Firmanto, dokumen-dokumen tersebut akan diverifikasi oleh penyidik. Bila diperlukan untuk pembuktian di persidangan, mekanisme penyitaan akan dilakukan sesuai prosedur hukum.

Pemeriksaan ini, kata Firmanto, merupakan lanjutan dari pemeriksaan awal yang sebelumnya telah dilakukan di Polda Metro Jaya. Lokasi pemeriksaan kali ini dipindah ke Solo karena sesuai dengan wilayah tempat tinggal pelapor, yakni Joko Widodo.

Selain Jokowi, penyidik juga memeriksa delapan orang saksi dalam kesempatan yang sama. Sebelumnya, sepuluh saksi lainnya telah lebih dulu dimintai keterangan. Proses penyelidikan kini mulai mengarah ke sejumlah individu yang diduga menjadi sumber penyebaran narasi yang dinilai mengandung fitnah.

“Laporan awal memang bersifat umum, tapi proses penyidikan telah membuka sejumlah fakta baru. Penyidik yang akan menentukan siapa yang nantinya harus bertanggung jawab,” tambah Firmanto.

Ia menegaskan laporan ini dibuat sebagai bentuk kekhawatiran terhadap maraknya penyebaran hoaks dan fitnah yang menyerang pribadi Jokowi secara sistematis. Meskipun belum ada tersangka yang diumumkan, penyidikan terus berlanjut.

Firmanto pun mengimbau masyarakat untuk tidak mudah terprovokasi oleh narasi yang belum terbukti kebenarannya. Ia meminta semua pihak menghormati proses hukum dan mendukung penegakan hukum secara objektif.

“Kami minta masyarakat tetap tenang dan tidak terbawa opini yang tidak berdasar. Bapak Jokowi akan terus bersikap kooperatif dan mengikuti seluruh proses hukum, termasuk jika nanti ada pemanggilan lanjutan di tempat lain,” pungkasnya.

Hingga berita ini diturunkan, proses penyidikan masih berlangsung dan penyidik belum memberikan keterangan resmi terkait hasil pemeriksaan.(KS01)

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: KS1

Tags

Terkini

X