SOLO, KLIKSOLONEWS.COM – Pemerintah terus mendorong kehadiran Sekolah Rakyat (SR) sebagai solusi nyata bagi anak-anak dari keluarga miskin ekstrem yang selama ini terpinggirkan dari akses pendidikan.
Program yang digagas Presiden Prabowo Subianto ini dipaparkan dalam Media Briefing bertajuk “Menembus Batas Lewat Sekolah Rakyat” di Monumen Pers Nasional, Solo, Minggu 20 Juli 2025.
Sekretaris Jenderal Kementerian Sosial (Kemensos), Robben Rico menjelaskan Sekolah Rakyat dibangun berdasarkan tiga prinsip utama, yang disebut Trilogi Sekolah Rakyat.
Dijabarkan, filosofi tersebut yakni, memuliakan masyarakat miskin dengan fasilitas terbaik, menjangkau anak-anak yang tak memiliki akses pendidikan, serta memberi harapan dan masa depan bagi mereka yang sebelumnya merasa mustahil meraihnya.
“Sekolah Rakyat ini bukan program Kemensos, tapi langsung dari Presiden. Tahun ini ditargetkan 100 sekolah bisa beroperasi dan akan bertambah 100 sekolah setiap tahun sebagai sekolah berasrama untuk keluarga miskin ekstrem,” kata Robben.
Dalam pemaparannya, Robben juga memutar video Presiden Prabowo yang menegaskan bahwa program ini bertujuan memutus rantai kemiskinan secara turun temurun.
“Bapaknya pemulung, anaknya jangan sampai jadi pemulung, demikian juga kemiskinan yang lain,” tegas Prabowo dalam tayangan tersebut.
Saat ini, 63 Sekolah Rakyat telah berjalan. Sebanyak 37 sekolah lainnya sedang dalam proses pembangunan tahap pertama, sehingga ditargetkan total 100 sekolah segera beroperasi.
Selain fasilitas pendidikan, SR juga menyediakan asrama, ruang makan, ruang guru, laboratorium, perpustakaan, hingga rumah dinas bagi guru.
Robben menambahkan, sistem boarding school diterapkan agar siswa tidak hanya mendapatkan pendidikan akademik, tetapi juga dibentuk karakter, disiplin, dan kemandirian.
“Buat apa pintar kalau tidak punya disiplin dan kemandirian. Itu yang ingin kami tanamkan,” ujarnya.
Sebelum paparan dari Kemensos, Menteri Komunikasi dan Digital (Menkomdigi) Meutya Hafid turut memberikan sambutan. Ia menekankan pentingnya keterlibatan media dalam mengawal program prioritas nasional, termasuk Sekolah Rakyat.
“Media adalah penentu arah publik. Dalam era keterbukaan informasi saat ini, media tidak hanya menyebarkan informasi, tapi juga memberikan masukan konstruktif untuk menyempurnakan program pemerintah,” kata Meutya.
Meutya Hafid menyoroti kehadiran media di Solo, kota bersejarah yang juga simbol perjuangan pers nasional, harus menjadi pengingat pentingnya menjaga kebebasan pers dan melawan disinformasi.
“Kami titip pesan kepada teman-teman media, khususnya di Solo dan Jawa Tengah, untuk memberitakan hal-hal yang benar dan tidak menimbulkan keresahan di masyarakat. Hari ini kita bicara tentang Sekolah Rakyat, dan saya ingin agar media tahu mendalam tentang program ini agar masyarakat mendapat informasi utuh,” ujarnya.
Meutya juga menegaskan Kementerian Komunikasi dan Digital akan terus menjadi jembatan antara pemerintah dan media agar pesan-pesan pembangunan bisa tersampaikan secara akurat dan proporsional kepada masyarakat. (KS01)