Sabtu, 13 Juni 2026

WONDR Asia Junior Championships 2025 Gunakan Sistem Relay Point, Ini Penjelasan Lengkapnya

Photo Author
KS1, KlikSoloNews.com
- Jumat, 18 Juli 2025 | 10:15 WIB
Tim Korea saat uji lapangan GOR Manahan, Kamis 17 Juli 2025. WONDR Asia Junior Championships 2025 Gunakan Sistem Relay Point, Ini Penjelasan Lengkapnya. (KlikSoloNews/Adhirajasa)
Tim Korea saat uji lapangan GOR Manahan, Kamis 17 Juli 2025. WONDR Asia Junior Championships 2025 Gunakan Sistem Relay Point, Ini Penjelasan Lengkapnya. (KlikSoloNews/Adhirajasa)

SOLO, KLIKSOLONEWS.COM — Ajang beregu campuran Asia Junior Championships 2025 resmi menerapkan sistem pertandingan baru bernama relay point, yang mulai digunakan pada pertandingan di GOR Manahan, Solo, Jawa Tengah, tanggal 18–22 Juli 2025.

Sistem relay point ini sebelumnya telah diperkenalkan pada ajang BWF World Junior Championships tahun lalu. Kini, sistem tersebut kembali diadopsi dalam skala Asia, menjadikan pertandingan lebih dinamis, cepat, dan menantang secara strategi.

Apa Itu Sistem Relay Point?

Berbeda dengan sistem skor tradisional bulu tangkis (21 poin dalam tiga gim), relay point menggabungkan konsep kumulatif poin dengan model pertandingan estafet antar pemain.

Total skor pertandingan adalah 110 poin, dan terdiri dari 10 partai berbeda:

2 tunggal putra

2 tunggal putri

2 ganda putra

2 ganda putri

2 ganda campuran

Masing-masing partai akan menyumbang 11 poin bagi tim. Skor tersebut akan dikumulatifkan terus hingga salah satu tim mencapai angka 110 poin terlebih dahulu, meskipun secara jumlah partai mereka kalah.

Aturan Lengkap Sistem Relay Point

Berikut aturan main sistem relay point di Asia Junior Championships 2025:

  1. Total 10 Partai per Pertandingan
    Terdiri dari semua sektor: tunggal dan ganda untuk putra, putri, dan campuran.


2. Setiap Partai Maksimal 11 Poin
Partai pertama dimulai dari skor 0–0 dan berakhir di 11 poin. Partai kedua dan seterusnya dimulai dari skor akhir sebelumnya, berlaku secara kumulatif.

3. Interval Setiap 6 Poin
Interval atau jeda dilakukan setelah poin 6, 17, 28, dan seterusnya (kelipatan 11).

4. Penambahan Skor Otomatis Jika Lawan Tak Capai 5 Poin
Jika satu tim kalah tanpa mencapai minimal 5 poin di partai sebelumnya, maka di partai berikutnya skornya otomatis dimulai dari 5. Misalnya, partai pertama skor 11–0, maka partai kedua dimulai dari 11–5.

5. Tim Pemenang Adalah yang Capai 110 Poin Terlebih Dahulu
Bukan jumlah partai yang dimenangkan, melainkan total skor kumulatif.

6. Order of Play Ditentukan Lewat Toss
Saat coin toss, manajer tim pemenang menentukan urutan partai ganjil (1 & 3), lawan menentukan genap (2 & 4), dan sektor yang tersisa dimainkan di partai ke-5. Urutan ini diulang untuk partai ke-6 hingga ke-10.

7. Pemain Bisa Bermain Rangkap Maksimal 4 Partai
Setiap pemain bisa tampil di hingga empat partai, tetapi tidak ada waktu istirahat jika dimainkan secara beruntun.

Contoh Urutan Pertandingan:

Partai 1–5: MS – WD – XD – WS – MD

Partai 6–10: MS – WD – XD – WS – MD

Dengan sistem ini, pelatih dan manajer dituntut jeli menyusun strategi, serta memilih pemain yang mampu tampil konsisten dalam tekanan. Pemain juga harus siap tampil “panas” sejak awal karena hanya membutuhkan 11 poin untuk menyelesaikan satu partai.

Penerapan sistem relay point di WONDR Asia Junior Championships 2025 di Solo menjadi terobosan baru untuk menguji kecepatan, taktik, dan ketahanan fisik mental para atlet muda. Format ini diharapkan bisa menciptakan regenerasi pemain bulutangkis yang lebih kompetitif dan siap bersaing di level dunia. (KS01)

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: KS1

Tags

Terkini

X