BOGOR, KLIKSOLONEWS.COM – Program pendidikan Sekolah Rakyat resmi memulai Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) tahun ajaran 2025/2026 secara serentak di 63 titik lokasi di seluruh Indonesia.
Pembukaan dipusatkan di Sekolah Rakyat Menengah Pertama 10 Kabupaten Bogor, berlokasi di Sentra Terpadu Inten Soewono (STIS), Cibinong, Jawa Barat.
Hadir dalam kegiatan pembukaan antara lain Menteri Sosial Saifullah Yusuf (Gus Ipul), Wakil Mensos Agus Jabo Priyono, serta Menko PM Abdul Muhaimin Iskandar (Cak Imin), Menteri PAN-RB Rini Widyantini, Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin, dan sejumlah pejabat tinggi lainnya.
Program Sekolah Rakyat merupakan inisiatif Presiden Prabowo Subianto yang bertujuan memberikan akses pendidikan gratis, berkualitas, dan berasrama bagi anak-anak dari keluarga miskin dan miskin ekstrem (Desil 1 dan 2 DTSEN).
“Ini langkah cepat yang luar biasa. Semua kementerian bergerak bersama menghadirkan seratus sekolah yang siap diresmikan oleh Bapak Presiden,” ujar Cak Imin.
Total terdapat 6.130 siswa yang mengikuti MPLS di 63 titik Sekolah Rakyat 75 siswa SD, 2.800 siswa SMP, 3.225 siswa SMA.
Lokasi sebaran MPLS mencakup 13 titik di Sumatera, 34 titik di Jawa, 3 di Bali & Nusa Tenggara, 2 di Kalimantan, 8 di Sulawesi, 2 di Maluku, dan 1 di Papua.
Setiap siswa Sekolah Rakyat mendapat Cek Kesehatan Gratis (CKG): tekanan darah, mata, telinga, dll, dan 8 set seragam lengkap, termasuk jas almamater, seragam dinas, batik, olahraga, pramuka, dan jas laboratorium.
Program MPLS kali ini juga memperkenalkan teknologi Artificial Intelligence (AI) untuk pemetaan minat dan bakat siswa. Aplikasi AI ini dikembangkan oleh pendiri ESQ Corp, Ary Ginanjar, dan mampu menyimpulkan potensi siswa dalam hitungan detik.
“Lewat aplikasi ini, kami bisa mengetahui minat, bakat, dan rekomendasi profesi masa depan para siswa,” jelas Ary Ginanjar.
Sekolah Rakyat Menengah Pertama 10 Kabupaten Bogor memiliki 4 ruang kelas, 3 asrama (masing-masing kamar isi 8 siswa), Laboratorium IPA, ruang guru, ruang kepala sekolah, Masjid, lapangan futsal, perpustakaan, UKS, ruang OSIS, Learning Management System (LMS) dan laptop untuk tiap siswa, dan Kartu siswa multifungsi (absen, ibadah, makan, keuangan) hasil kerja sama dengan BNI.
Jumlah tenaga pendidikan untuk Sekolah Rakyat yakni total terdapat 100 siswa SMP (4 rombel x 25 siswa), 12 guru dan kepala sekolah, 11 wali asuh, dan 2 wali asrama.
Selain Sekolah Rakyat Menengah Pertama 10 Kabupaten Bogor di STIS, pembukaan masa orientasi ini juga dilakukan serentak di 62 titik lainnya di seluruh Indonesia.
Sedangkan 37 titik lainnya akan memulai MPLS pada akhir Juli 2025. Total 100 titik lokasi rintisan mulai beroperasi di seluruh Indonesia pada Tahun Ajaran 2025/2026.
Sementara 100 titik tambahan lagi masih dalam proses pematangan dan akan memanfaatkan Balai Latihan Kerja (BLK) milik Kemenaker. Dengan total 200 titik Sekolah Rakyat, maka lebih dari 20 ribu siswa dari keluarga miskin akan mendapat akses pendidikan gratis berasrama dan orangtuanya mendapatkan program pemberdayaan.(ks01)