SEMARANG, KLIKSOLONEWS.COM — Badan Kerjasama Organisasi Wanita (BKOW) Jawa Tengah menggelar Pelatihan Kepemimpinan dan Team Building selama dua hari, Sabtu–Minggu (12–13 Juli 2025), di Miniatur Kampung Surga, Bandungan, Kabupaten Semarang.
Kegiatan bertajuk “Mewujudkan Perempuan Berdaya Melalui Kepemimpinan yang Kolaboratif dan Inklusif” ini diikuti 76 peserta dari 38 organisasi perempuan se-Jawa Tengah.
Para peserta digembleng dengan berbagai materi kepemimpinan, penguatan karakter, hingga praktik kerja tim melalui outbound dan permainan edukatif.
Dalam sambutan pembukaan, Siti Zubaidah Chaerudin, Ketua I BKOW Jateng yang mewakili Ketua Umum Nawal Arafah Yasin, menegaskan pentingnya peran perempuan sebagai pemimpin. Tak hanya di ranah publik, tetapi juga dalam keluarga dan lingkungan sekitar.
“Seorang ibu yang sedang sakit, suasana rumah bisa ikut terganggu. Ketika ibu marah, suami dan anak ikut terpengaruh. Maka dari itu, penting bagi perempuan untuk kuat, bijaksana, dan mampu memimpin dirinya sendiri,” ujarnya.
Ia juga menekankan perlunya BKOW menjadi organisasi yang adaptif di era digital. “BKOW harus dinamis dan melek digital. Kita butuh pemimpin yang berkarakter, berintegritas, dan mampu beradaptasi dengan teknologi,” tegasnya.
Sinergi dan Spirit Kepemimpinan Inklusif
Senada, Plt Kepala Badan Kesbangpol Provinsi Jateng, Musichah Setiasih, menggarisbawahi bahwa kegiatan ini menjadi ajang memperkuat solidaritas dan koordinasi antarorganisasi.
“BKOW harus jadi wadah lahirnya pemimpin perempuan. Seperti RA Kartini di masa lalu, kita perlu tokoh panutan baru di masa depan. Pemimpin bisa lahir dari berbagai latar: agama, profesi, komunitas, bahkan dari akar rumput,” ucap Musichah, yang akrab disapa Ucik.
Sesi pelatihan juga diisi oleh Fatkhurozi, dari Tim Ahli Sahabat BKOW Jateng yang menanamkan nilai kepedulian dan kebersamaan melalui permainan team building. Ia menekankan pentingnya membangun organisasi dengan semangat saling mendukung, bukan saling menjatuhkan.
“Organisasi perempuan sebaiknya meneladani filosofi rahim dan air. Rahim memberi perlindungan, kasih sayang, dan pengorbanan. Air menghidupi dan menyatukan. Kalau kita rawat BKOW seperti bayi dalam rahim, ia akan tumbuh besar dan kuat,” jelasnya.
Kepemimpinan Berbasis Spiritualitas
Pada hari pertama, peserta juga mendapat materi motivasi dari Dr Darwito, pakar kepemimpinan yang menyampaikan pentingnya spiritual character dalam memimpin. Ia mengaitkan lima rukun Islam sebagai fondasi karakter pemimpin unggul:
Syahadat – jujur dan berkomitmen
Sholat – komunikasi afektif
Zakat – peduli pada sesama
Puasa – mengendalikan diri
Haji – bekerja total dan tuntas
“Banyak penelitian menunjukkan bahwa 80 persen kesuksesan organisasi besar lahir dari kekuatan spiritual dan budaya nilai,” ujarnya.
Kegiatan ditutup dengan kesan mendalam dari peserta. Salah satunya, Rugayawati, mengaku sangat terharu.
“Baru kali ini saya ikut kegiatan seperti ini. Ilmunya luar biasa, permainannya membangun, dan semua pesertanya saling peduli. Semoga kita makin guyub rukun dan semangat memajukan BKOW,” katanya sambil meneteskan air mata.
Pelatihan ini menjadi tonggak penting bagi BKOW Jateng dalam mempersiapkan perempuan-perempuan tangguh, berkarakter, dan siap menghadapi tantangan zaman sebagai pemimpin masa depan. (KS01)