BANDUNG, KLIKSOLONEWS.COM — Direktorat Narkoba Polda Jawa Barat bekerja sama dengan Polres Metro Jakarta Barat berhasil mengungkap sebuah laboratorium pembuatan narkoba jenis sabu di kawasan Meruya Selatan, Kembangan, Jakarta Barat.
Penggerebekan ini menjadi bagian dari pengungkapan jaringan narkotika internasional Golden Crescent, yang mencakup negara-negara seperti Iran, Afghanistan, dan Pakistan.
Kepala Bidang Humas Polda Jabar, Kombes Pol Hendra Rochmawan, menjelaskan pengungkapan berawal dari hasil penyelidikan terhadap seorang warga negara asing (WNA) yang masuk ke Indonesia pada Sabtu 5 Juli 2025.
“Setelah dilakukan pembuntutan intensif, target menuju sebuah rumah kontrakan yang dicurigai sebagai tempat produksi narkotika,” ungkap Hendra dalam konferensi pers, Kamis (10/7/2025).
Penggerebekan dilakukan pada Selasa 8 Juli 2025 pukul 07.30 WIB di rumah kontrakan di wilayah Meruya Selatan. Dalam operasi itu, polisi mengamankan dua orang tersangka berinisial MT dan RA, salah satunya adalah warga negara asing, serta memeriksa empat orang saksi lainnya.
Dari lokasi, petugas menyita sejumlah barang bukti yang diduga digunakan untuk memproduksi sabu cair, antara lain 2 drum berisi cairan diduga sabu cair, 1 galon air mineral berisi cairan serupa, 4 botol kecil berisi cairan toluena, beberapa botol kecil berisi cairan aseton, dan peralatan lain yang digunakan dalam proses produksi narkotika.
Kombes Pol. Hendra menegaskan bahwa para tersangka dijerat dengan Undang-Undang Nomor 35 Tahun 2009 tentang Narkotika, yakni Pasal 114 ayat (2) jo Pasal 132 ayat (1), subsider Pasal 113 ayat (2) jo Pasal 132 ayat (1), lebih subsider Pasal 112 ayat (2) jo Pasal 132 ayat (1).
“Para pelaku diancam hukuman maksimal hukuman mati atau penjara seumur hidup, serta denda mulai dari Rp1 miliar hingga Rp10 miliar,” tegasnya.
Jaringan Golden Crescent dikenal sebagai salah satu sindikat narkotika terbesar dunia yang berbasis di kawasan Asia Selatan dan Timur Tengah.
Pengungkapan ini menunjukkan adanya indikasi kuat ekspansi jaringan internasional tersebut ke wilayah Indonesia, khususnya melalui jalur urban seperti Jakarta.(KS01)